DARI PONPES KE PONPES | Bertemu Kiai Musthofa Aqil Pimpinan Pesantren Ciwedus Kuningan
Ditangan Mama Kiai Ahmad Shobari inilah keberadaan Pesantren Ciwedus menjadi pesantren yang dicari banyak orang untuk tujuan nyantri, mencari ilmu, dan ngalap berkah. Terlebih Mama Kiai Ahmad Shobari merupakan salah satu waliyullah pada masanya, di awal abad ke 19 itu.
Wasiat Mama Ciwedus
Pesan dari mama Kiai Ahmad Shobari atau Mama Ciwedus, "Ka masyarakat/santri gampang nyana ngaku ka kula sebagai santrina, nu penting kula ngaku ka nyana sebagai santri kaula. Teruskeun naon nu ku kula ditanamkeun. Sing istiqomah, sabar, tawakal, ikhlas dina nyebar keun manhaj nu kula diajarkeun. Ulah sampe ninggalkeun ratubul hadad jeung debaaan/ marhabanan, salat berjamaah, ngaji sing istiqomah sanajan santri ngan hiji, nyana ulah neangan santri tapi mun aya santri geura didik sing bener jeung rawat".
Arti dari pesan ini adalah, "gampang kamu mengaku sebagai santri saya, yang penting sayanya pun mengakui kamu sebagai santri saya. Lanjutkan apa yang sudah saya lakukan. Istiqomahkan, bersabar, ikhlas dalam menyebarkan faham yang saya ajarkan. Jangan sampai meninggalkan ratubul hadad, dan debaan/marhabanan, salat, ngaji harus diistiqomahkan walau santrinya cuma satu. Kamu jangan mencari santri, tapi bila ada santri segera didik dengan benar, dan harus di pelihara dengan baik."
Pesan secara batin yang disampaikannya: "Gampang nyana ngaku sebagai duriyah kula nu terpenting kula ngaku ka nyana sebagai duriyah kula. Teruskeun naon nu ku kula geus ditanamkeun di Ciwedus sing jejeg panjeung ulah ka bawa ku jaman."
Ada juga pesan secara batin yang didapat oleh Kiai Musthofa Aqil, dari Mama Kiai Ahmad Shobari yang mengatakan, "Gampang kalian mengaku sebagai keturunan saya, yang terpenting saya mengakui kamu sebagai keturunan saya. Teruskan apa yang sudah saya lakukan di Ciwedus, harus punya sikap, jangan terbawa pengaruh jaman".
Ada lagi pesan lainnya, "Jangan membanggakan keturunannya siapa, tapi harus menjadi kebanggaan keturunan".
Pesan yang penuh makna bahasa kiasan ada dalam pesan Mama Kiai Ahmad Shobari yang mengatakan," Kamu sudah memiliki kolam, tinggal kamu merawatnya saja. Kalau ada sampah, segera buang. Kalau ada yang bolong segera tutupi. Nanti juga airnya akan mengalir sendiri".
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!