DARI PONPES KE PONPES | Bertemu Kiai Musthofa Aqil Pimpinan Pesantren Ciwedus Kuningan
Di Kabupaten Bandung selain di Kutawaringin juga Nagreg dan sekitarnya, terus ke Manknjaya Tasikmalaya ada Pesantren Miftahul Huda, Uwa Khoer Afandi Manonjaya yang sanad keilmuannya dari Mama Kiai Ahmad Sanusi Gunung Puyuh Sukabumi, dari Kiai Ahmad Suja'i Kudang Tasikmalaya, dan terakhir bermuara ke Kiai Ahmad Shobari Ciwedus Kuningan. Begitu berpengaruhnya ajaran Pesantren Ciwedus ini, menjangkau dan mewarnai beberapa pesantren lainnya di Banjar K.H. Ilyas di daerah Cibeunteur dan daerah Cirebon, Majalengka, Kandang Sapi Cianjur, Sukabumi, Ciamis, bahkan sampai ke daerah Tebuireng, Jawa Timur, yang dibawa oleh Kiai Syamsuri Baedowi.
Kiai Mama Shobari, lahir tahun 1831 dan wafat tahun 1916 di Ciwedus Kuningan, dan di makamkan di area pesantren Ciwedus.
Ijazah Khusus Mbah Cholil Bangkalan Madura
Mama Kiai Ahmad Shobari merupakan seorang ulama besar dari Ciwedus, Desa Timbang, Gandamekar, Cilimus Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Ia adalah salah satu santri Syaikhona Moh. Cholil, Demangan, Bangkalan Madura. Dari Syaikhona Mbah Cholil, yang juga guru dari pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan ini, Mama Kiai Ahmad Shobari diberikan ijazah khusus oleh Syaikhona Cholil berupa Kitab Fathul Mu'in. Mama Shobari juga seangkatan saat mesantren di Bangkalan dengan kakeknya Habib Luthfi, Pekalongan, yaitu Habibana Hasyim.
Habib Luthfi yang datang ke Ciwedus pada saat Haul Mama Kiai Ahmad Shobari menceritakan itu. Bahkan, katanya, untuk mengingatkan kembali, baik keluarga besar Mama Kiai Ahmad Shobari, maupun masyarakat setempat, bahwa ada yang harus dibanggakan dari wilayah Ciwedus ini, yakni keberadaan pesantren peninggalan Mama Kiai Ciwedus, juga para pendahulunya yang merupakan ulama kenamaan untuk wilayah kabupaten Kuningan, bahkan Jawa Barat.
Pesantren Ciwedus sendiri pada jaman Kiai Mama Shobari merupakan kelanjutan dari Mama Adro'i. Mama Andro'i dari Mama Syuaeb, dimana mama Syuaeb sendiri melanjutkan dari orang tuanya sendiri Mama Tubagus Kalamudin. Sehingga pada saat Mama Shobari melanjutkan pesantren itu, ia adalah generasi ke empat pelanjut Pesantren Ciwedus.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!