Bingung Pilih LASIK atau SMILE? Kenali Perbedaannya Sebelum Koreksi Mata
VISI.NEWS – Kemajuan teknologi di bidang bedah refraktif menghadirkan semakin banyak pilihan prosedur koreksi penglihatan bagi masyarakat yang ingin terbebas dari ketergantungan pada kacamata maupun lensa kontak. Jika dahulu LASIK menjadi metode yang paling dikenal, kini tersedia berbagai teknologi lain seperti ReLEx SMILE, SMILE PRO, hingga SiLK yang menawarkan pendekatan berbeda dalam mengoreksi gangguan refraksi.
Bagi sebagian orang, banyaknya istilah tersebut justru menimbulkan kebingungan. Tidak sedikit calon pasien yang bertanya apakah semua prosedur bekerja dengan cara yang sama, apakah teknologi terbaru selalu menjadi pilihan terbaik, dan metode mana yang paling sesuai dengan kondisi mata mereka.
Dokter spesialis mata Dr. Mendy Candella, SpM, menjelaskan bahwa setiap teknologi memiliki karakteristik, kelebihan, dan pertimbangan masing-masing. Karena itu, pemilihan prosedur tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan tren atau kecanggihan teknologi, melainkan harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh.
Perbedaan LASIK, ReLEx SMILE, SMILE PRO, dan SiLK
Secara umum, prosedur koreksi penglihatan berbasis laser terbagi menjadi dua kelompok utama, yakni metode dengan flap dan metode tanpa flap (flapless).
Pada prosedur LASIK atau FemtoLASIK, dokter terlebih dahulu membuat flap atau lapisan tipis pada permukaan kornea menggunakan laser femtosecond. Flap tersebut kemudian dibuka agar laser excimer dapat membentuk ulang kornea sehingga cahaya dapat difokuskan secara optimal ke retina. Setelah proses selesai, flap dikembalikan ke posisi semula.
Metode ini telah digunakan selama bertahun-tahun dan memiliki rekam jejak yang baik dalam mengoreksi rabun jauh, rabun dekat, maupun astigmatisme. Salah satu keunggulannya adalah pemulihan penglihatan yang relatif cepat sehingga banyak pasien sudah dapat merasakan peningkatan kualitas penglihatan dalam waktu singkat setelah tindakan.
Meski demikian, karena melibatkan pembuatan flap, pasien perlu menjalani masa pemulihan sesuai anjuran dokter agar proses penyembuhan berlangsung optimal.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!