Pemkab Jember Gratiskan Pengobatan Korban Dugaan Keracunan MBG 16 Jul 2026 Puluhan Siswa Alami Gangguan Pencernaan, SPPG Karangsono Dihentikan Sementara 16 Jul 2026 ATR/BPN Pastikan Pendaftaran Tanah Ulayat Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat Adat 16 Jul 2026 Reses di Kencong, Indi Naidha Prioritaskan Penguatan Kesejahteraan Sosial Warga 16 Jul 2026 Habib Syarief: Anggaran Riset Harus Diperkuat agar Kampus Indonesia Tembus 100 Besar Dunia 16 Jul 2026 Syarat Dapat Tiket Gratis Ancol saat Hari Anak Nasional 16 Jul 2026 Kemnaker Perbarui Pelatihan Pejabat Fungsional Berbasis Kompetensi 16 Jul 2026 Indonesia Masuk Negara dengan Kebebasan Akademik Terendah 16 Jul 2026 Indonesia–India Bahas Strategi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Era Digital 16 Jul 2026 Perjuangkan Aspirasi Rakyat Bengkulu, Erna Desak Pemerintah Benahi Pelabuhan Pulau Bai 16 Jul 2026 Pemkab Jember Gratiskan Pengobatan Korban Dugaan Keracunan MBG 16 Jul 2026 Puluhan Siswa Alami Gangguan Pencernaan, SPPG Karangsono Dihentikan Sementara 16 Jul 2026 ATR/BPN Pastikan Pendaftaran Tanah Ulayat Perkuat Perlindungan Hak Masyarakat Adat 16 Jul 2026 Reses di Kencong, Indi Naidha Prioritaskan Penguatan Kesejahteraan Sosial Warga 16 Jul 2026 Habib Syarief: Anggaran Riset Harus Diperkuat agar Kampus Indonesia Tembus 100 Besar Dunia 16 Jul 2026 Syarat Dapat Tiket Gratis Ancol saat Hari Anak Nasional 16 Jul 2026 Kemnaker Perbarui Pelatihan Pejabat Fungsional Berbasis Kompetensi 16 Jul 2026 Indonesia Masuk Negara dengan Kebebasan Akademik Terendah 16 Jul 2026 Indonesia–India Bahas Strategi Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja di Era Digital 16 Jul 2026 Perjuangkan Aspirasi Rakyat Bengkulu, Erna Desak Pemerintah Benahi Pelabuhan Pulau Bai 16 Jul 2026

Bingung Pilih LASIK atau SMILE? Kenali Perbedaannya Sebelum Koreksi Mata

ED
PN
Kamis, 16 Juli 2026 | 07:59 WIB
Bagikan
Bingung Pilih LASIK atau SMILE? Kenali Perbedaannya Sebelum Koreksi Mata

VISI.NEWS – Kemajuan teknologi di bidang bedah refraktif menghadirkan semakin banyak pilihan prosedur koreksi penglihatan bagi masyarakat yang ingin terbebas dari ketergantungan pada kacamata maupun lensa kontak. Jika dahulu LASIK menjadi metode yang paling dikenal, kini tersedia berbagai teknologi lain seperti ReLEx SMILE, SMILE PRO, hingga SiLK yang menawarkan pendekatan berbeda dalam mengoreksi gangguan refraksi.

Bagi sebagian orang, banyaknya istilah tersebut justru menimbulkan kebingungan. Tidak sedikit calon pasien yang bertanya apakah semua prosedur bekerja dengan cara yang sama, apakah teknologi terbaru selalu menjadi pilihan terbaik, dan metode mana yang paling sesuai dengan kondisi mata mereka.

Dokter spesialis mata Dr. Mendy Candella, SpM, menjelaskan bahwa setiap teknologi memiliki karakteristik, kelebihan, dan pertimbangan masing-masing. Karena itu, pemilihan prosedur tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan tren atau kecanggihan teknologi, melainkan harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh.

Perbedaan LASIK, ReLEx SMILE, SMILE PRO, dan SiLK

Secara umum, prosedur koreksi penglihatan berbasis laser terbagi menjadi dua kelompok utama, yakni metode dengan flap dan metode tanpa flap (flapless).

Pada prosedur LASIK atau FemtoLASIK, dokter terlebih dahulu membuat flap atau lapisan tipis pada permukaan kornea menggunakan laser femtosecond. Flap tersebut kemudian dibuka agar laser excimer dapat membentuk ulang kornea sehingga cahaya dapat difokuskan secara optimal ke retina. Setelah proses selesai, flap dikembalikan ke posisi semula.

Metode ini telah digunakan selama bertahun-tahun dan memiliki rekam jejak yang baik dalam mengoreksi rabun jauh, rabun dekat, maupun astigmatisme. Salah satu keunggulannya adalah pemulihan penglihatan yang relatif cepat sehingga banyak pasien sudah dapat merasakan peningkatan kualitas penglihatan dalam waktu singkat setelah tindakan.

Meski demikian, karena melibatkan pembuatan flap, pasien perlu menjalani masa pemulihan sesuai anjuran dokter agar proses penyembuhan berlangsung optimal.

Berbeda dengan LASIK, teknologi ReLEx SMILE, SMILE PRO, dan SiLK menggunakan pendekatan tanpa flap. Pada prosedur ini, laser membentuk jaringan tipis berbentuk lenticule di dalam kornea yang kemudian dikeluarkan melalui sayatan kecil sehingga tidak diperlukan pembuatan flap pada permukaan mata.

Pendekatan tersebut dinilai lebih minim invasif karena struktur permukaan kornea tetap terjaga. Oleh karena itu, metode tanpa flap sering menjadi pilihan bagi pasien dengan gaya hidup aktif atau mereka yang rutin berolahraga.

ReLEx SMILE menjadi pelopor teknologi LASIK tanpa flap dan telah banyak digunakan di berbagai negara. Selain menjaga stabilitas kornea, sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa prosedur ini cenderung menimbulkan gejala mata kering yang lebih ringan dibandingkan metode yang menggunakan flap.

SMILE PRO merupakan pengembangan dari ReLEx SMILE. Secara prinsip kerja keduanya hampir sama, namun SMILE PRO menggunakan sistem laser yang lebih cepat sehingga waktu tindakan menjadi lebih singkat. Durasi prosedur yang lebih pendek dinilai mampu meningkatkan kenyamanan pasien, terutama bagi mereka yang merasa cemas saat menjalani tindakan pada mata.

Sementara itu, SiLK (Smooth Incision Lenticule Keratomileusis) merupakan inovasi terbaru dalam kelompok prosedur flapless. Teknologi ini juga mengoreksi gangguan refraksi melalui lapisan dalam kornea tanpa membuat flap, tetapi menggunakan platform laser yang dirancang menghasilkan pemotongan jaringan kornea yang lebih halus dan presisi.

Teknologi tersebut bertujuan membantu mempertahankan integritas struktur kornea sekaligus memberikan pengalaman tindakan yang nyaman dengan masa pemulihan yang relatif cepat. Di KMN EyeCare, SiLK menjadi salah satu pilihan prosedur bagi pasien yang telah memenuhi kriteria berdasarkan hasil skrining dan evaluasi dokter spesialis mata.

Pemeriksaan Mata Jadi Penentu Utama

Meski memiliki karakteristik yang berbeda, seluruh prosedur tersebut sama-sama bertujuan memperbaiki kualitas penglihatan. Namun, tidak ada satu metode yang dapat dikatakan paling baik untuk semua orang.

Pemilihan prosedur sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ketebalan kornea, bentuk kornea, besarnya kelainan refraksi, kondisi permukaan mata, usia, hingga aktivitas sehari-hari pasien.

Seseorang yang memiliki kornea dengan karakteristik tertentu mungkin lebih cocok menjalani FemtoLASIK, sementara pasien lain bisa menjadi kandidat ideal untuk ReLEx SMILE, SMILE PRO, atau SiLK.

Karena itu, pemeriksaan pra-tindakan menjadi tahapan yang tidak dapat dilewatkan sebelum menjalani operasi koreksi penglihatan. Melalui serangkaian pemeriksaan menyeluruh, dokter akan mengevaluasi kondisi mata untuk menentukan prosedur yang paling aman sekaligus memberikan hasil optimal.

Dengan pendekatan yang bersifat personal, rekomendasi tindakan tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap kacamata atau lensa kontak, tetapi juga memastikan prosedur yang dipilih sesuai dengan kondisi medis, kebutuhan visual, dan gaya hidup setiap pasien. Dengan demikian, hasil koreksi penglihatan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang sekaligus meningkatkan kenyamanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.