Biduan Musik Keroncong Endah Laras Terima Penghargaan dari Hipmi Solo
Endah Laras yang sering tampil di panggung sambil menyandang okulele saat bernyanyi, berharap bisa mengemban amanah dalam melestarikan budaya, serta terus menebar energi positif ke publik seni.
"Generasi muda supaya mau belajar seni musik tradisional keroncong, mau mengapresiasi dan mau nguri-uri budaya,” sambungnya.
Selama berkarier di belantika seni musik keroncong, Endah Laras tercatat telah merilis 12 album, di antaranya Langgam Jawa "Gemes" (1996), "Jangkrik Genggong" (1997), "Lela Ledhung' (1997), "Kembang Kecubung" (1998), "Lega" (1998), "Jenang Gula" dan "Kendhang Kempul" (1998), "Jakarta-Surabaya" (1998), "Andhe-Andhe Lumut" (2000), "Mung Sliramu" (2000), "Aja Kandha Sapa-sapa" (2003-2007), "Gajah Lampung" (2008) dan 'Keroncong Koe" (2010).
Selain manggung di berbagai kota di Tanah Air, Endah Laras juga meramaikan panggung musik internasional di sejumlah negara Asia, Amerika dan Eropa, dan tampil di World Economic Forum 2016 di Davos, Swiss.
Rencananya, Endah Laras akan diundang dalam Muscab IX Hipmi Solo yang akan digelar di Hotel Sunan. Penghargaan Hipmi Solo untuk penyanyi Endah Laras, merupakan yang kedua, setelah sebelumnya Hipmi Solo memberikan penghargaan kepada Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunejoro X, dari Pura Mangkunegaran yang akrab disapa Gusti Bhre sebagai tokoh inspiratif. @tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!