Lia Istifhama Apresiasi Revitalisasi Museum Mandhilaras Pamekasan
PN
Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Edukasi Sejarah yang lebih Modern./visi.news/ist.
VISI.NEWS – Anggota DPD RI, Lia Istifhama, mengapresiasi program revitalisasi museum yang dijalankan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Menurutnya, pembenahan museum menjadi langkah strategis untuk memperkuat pelestarian sejarah sekaligus meningkatkan minat generasi muda mempelajari budaya bangsa.
Apresiasi tersebut disampaikan Lia Istifhama saat melakukan kunjungan ke Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, Jawa Timur. Dalam kunjungan itu, ia disambut langsung oleh Bupati Pamekasan, Kholilurrahman bersama jajaran pemerintah daerah, di antaranya perwakilan Bappeda, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Lia menyoroti revitalisasi Museum Mandhilaras Pamekasan yang dinilai mampu menghadirkan wajah baru museum menjadi lebih modern, menarik, dan edukatif.
"Penataan baru museum, termasuk penguatan narasi sejarah awal peradaban dan kurasi tematik, sangat penting agar generasi muda tertarik belajar sejarah," ujar Lia.
Menurutnya, revitalisasi museum tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga harus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Ia berharap program revitalisasi museum terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan kunjungan masyarakat, khususnya kalangan muda, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap sejarah dan budaya lokal.
"Kalau museum dikelola dengan baik dan modern, anak muda pasti akan lebih tertarik datang dan belajar sejarah," katanya.
Program revitalisasi museum merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat perlindungan dan pemanfaatan warisan budaya nasional.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah telah merevitalisasi 152 museum dan cagar budaya di berbagai daerah di Indonesia.
"Revitalisasi ini untuk memperkuat perlindungan sekaligus pemanfaatan warisan budaya nasional," ujar Fadli Zon.
Program tersebut mencakup pembenahan infrastruktur, penguatan kuratorial, penyempurnaan narasi sejarah, hingga peningkatan pengalaman pengunjung melalui pendekatan edukasi dan pemanfaatan teknologi.
Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya museum sebagai ruang pembelajaran kolektif. Museum diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran sejarah serta memperkuat identitas nasional.
Sementara itu, Bupati Pamekasan, K.H. Kholilurrahman, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan Museum Mandhilaras.
Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa sektor kebudayaan menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional, termasuk di daerah.
"Kehadiran pemerintah pusat dalam pengembangan museum menjadi sinyal kuat bahwa kebudayaan merupakan bagian penting dari pembangunan nasional," ujarnya.
Museum Mandhilaras merupakan salah satu museum yang menyimpan berbagai koleksi penting terkait sejarah dan kebudayaan Madura. Di antaranya manuskrip kuno berbahan daluang dan kulit kayu dari abad ke-19, Al-Qur'an kuno, naskah fiqih, tulisan pada daun lontar dengan aksara Hanacaraka, hingga koleksi alat pertanian, peralatan rumah tangga, dan permainan tradisional.
Gedung museum tersebut juga memiliki nilai historis yang tinggi. Bangunan yang didirikan pada tahun 1918 pada masa kolonial Belanda itu pernah difungsikan sebagai perpustakaan, apotek, dan kantor organisasi sebelum akhirnya bertransformasi menjadi museum yang kini menjadi salah satu pusat pelestarian sejarah dan budaya di Kabupaten Pamekasan.
Apresiasi tersebut disampaikan Lia Istifhama saat melakukan kunjungan ke Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, Jawa Timur. Dalam kunjungan itu, ia disambut langsung oleh Bupati Pamekasan, Kholilurrahman bersama jajaran pemerintah daerah, di antaranya perwakilan Bappeda, Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Lia menyoroti revitalisasi Museum Mandhilaras Pamekasan yang dinilai mampu menghadirkan wajah baru museum menjadi lebih modern, menarik, dan edukatif.
"Penataan baru museum, termasuk penguatan narasi sejarah awal peradaban dan kurasi tematik, sangat penting agar generasi muda tertarik belajar sejarah," ujar Lia.
Menurutnya, revitalisasi museum tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga harus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Ia berharap program revitalisasi museum terus berlanjut sehingga mampu meningkatkan kunjungan masyarakat, khususnya kalangan muda, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap sejarah dan budaya lokal.
"Kalau museum dikelola dengan baik dan modern, anak muda pasti akan lebih tertarik datang dan belajar sejarah," katanya.
Program revitalisasi museum merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat perlindungan dan pemanfaatan warisan budaya nasional.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah telah merevitalisasi 152 museum dan cagar budaya di berbagai daerah di Indonesia.
"Revitalisasi ini untuk memperkuat perlindungan sekaligus pemanfaatan warisan budaya nasional," ujar Fadli Zon.
Program tersebut mencakup pembenahan infrastruktur, penguatan kuratorial, penyempurnaan narasi sejarah, hingga peningkatan pengalaman pengunjung melalui pendekatan edukasi dan pemanfaatan teknologi.
Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya museum sebagai ruang pembelajaran kolektif. Museum diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran sejarah serta memperkuat identitas nasional.
Sementara itu, Bupati Pamekasan, K.H. Kholilurrahman, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan Museum Mandhilaras.
Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa sektor kebudayaan menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional, termasuk di daerah.
"Kehadiran pemerintah pusat dalam pengembangan museum menjadi sinyal kuat bahwa kebudayaan merupakan bagian penting dari pembangunan nasional," ujarnya.
Museum Mandhilaras merupakan salah satu museum yang menyimpan berbagai koleksi penting terkait sejarah dan kebudayaan Madura. Di antaranya manuskrip kuno berbahan daluang dan kulit kayu dari abad ke-19, Al-Qur'an kuno, naskah fiqih, tulisan pada daun lontar dengan aksara Hanacaraka, hingga koleksi alat pertanian, peralatan rumah tangga, dan permainan tradisional.
Gedung museum tersebut juga memiliki nilai historis yang tinggi. Bangunan yang didirikan pada tahun 1918 pada masa kolonial Belanda itu pernah difungsikan sebagai perpustakaan, apotek, dan kantor organisasi sebelum akhirnya bertransformasi menjadi museum yang kini menjadi salah satu pusat pelestarian sejarah dan budaya di Kabupaten Pamekasan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!