Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026

Ancaman Radikalisasi Anak : Meningkatnya Perekrutan Melalui Media Daring dan Game Online

ED
Rabu, 19 November 2025 | 05:37 WIB
Bagikan
Ancaman Radikalisasi Anak : Meningkatnya Perekrutan Melalui Media Daring dan Game Online

Di grup privat tersebut, anak-anak diajarkan doktrin ekstremis yang memanfaatkan ketidakpastian dan rasa pencarian jati diri anak-anak di dunia maya. "Anak-anak akan diajak masuk ke dalam grup lebih tertutup, dan di sana mereka mulai terpapar paham radikal. Proses ini berlangsung dengan sangat halus dan sistematis," tambah Mayndra. Seiring berjalannya waktu, mereka mulai diyakinkan untuk bergabung dengan jaringan terorisme dan ikut dalam aktivitas yang lebih berbahaya.

Untuk menangani masalah ini, Densus 88 bekerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah dan masyarakat, termasuk Kementerian PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia), Kemensos, dan lembaga lainnya. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak yang terpapar radikalisasi mendapatkan pemulihan dan perlindungan yang dibutuhkan agar tidak terjerumus lebih jauh ke dalam jaringan terorisme.

Selain itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengungkapkan bahwa kerentanan anak terhadap radikalisasi dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial. "Faktor-faktor seperti bullying, broken home, kurang perhatian keluarga, pencarian identitas diri, marginalisasi sosial, serta rendahnya literasi digital dan pemahaman agama menjadi penyebab utama mengapa anak-anak lebih mudah terpapar paham radikal," ujar Trunoyudo. Hal ini menandakan bahwa faktor sosial memainkan peran besar dalam meningkatkan kerentanannya terhadap kelompok-kelompok radikal.

Pada konferensi tersebut, juga diumumkan bahwa Densus 88 telah menangkap lima orang yang diduga menjadi perekrut bagi anak-anak tersebut. Kelima tersangka ini berperan mengendalikan komunikasi dan memfasilitasi perekrutan melalui media sosial. "Kelima tersangka ini, yang berasal dari berbagai daerah seperti Medan, Banggai, Sleman, Tegal, dan Agam, diduga terlibat dalam proses perekrutan dan indoktrinasi anak-anak untuk bergabung dengan kelompok teror," jelas Trunoyudo.

Densus 88 menegaskan bahwa mereka akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap lebih banyak jaringan yang mungkin terlibat dalam perekrutan anak-anak. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk melindungi anak-anak yang telah terpapar paham radikal dan memberikan mereka akses pada rehabilitasi serta pemulihan psikologis.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.