Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026

Ajarkan Anak Berpuasa Sesuai Usia, Ini Saran Psikolog Unpad

Desi Rossilawati
Senin, 2 Februari 2026 | 12:30 WIB
Bagikan
Ajarkan Anak Berpuasa Sesuai Usia, Ini Saran Psikolog Unpad

VISI.NEWS | BANDUNG - Memasuki bulan Ramadan, orang tua kerap menantikan momen ketika anak mulai belajar berpuasa.

Namun, pengenalan puasa pada anak perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan, agar pengalaman ini menjadi positif dan membentuk, dan tanpa menimbulkan tekanan.

Psikolog klinis anak dan remaja dari Universitas Padjadjaran, Mariska Johana, menekankan pentingnya melihat puasa sebagai proses perkembangan, bukan sekadar pengajaran aturan.

“Puasa dapat dikenalkan sebagai latihan menunda keinginan, sarana membangun regulasi emosi, serta ibadah yang memiliki nilai spiritual dan manfaat kesehatan. Ketiga aspek ini saling terkait dan perlu dijelaskan secara bertahap sesuai usia anak,” kata Mariska dikutip dalam keterangannya, Senin (2/2/2026).

Pada usia prasekolah, sekitar tiga hingga enam tahun, anak masih berpikir konkret dan sangat dipengaruhi pengalaman emosional. Puasa dipahami sebagai latihan menunggu dan belajar sabar, bukan kewajiban penuh.

Anak diajak mengenali rasa lapar sebagai sensasi yang datang dan pergi, serta belajar bahwa tidak semua keinginan harus langsung dipenuhi. Nilai spiritual diperkenalkan dengan bahasa sederhana, misalnya bahwa usaha belajar berpuasa adalah perbuatan baik yang disukai Allah. Fokus utamanya adalah membangun pengalaman puasa yang aman, hangat, dan positif.

Memasuki usia sekolah awal, tujuh hingga sembilan tahun, anak mulai memahami hubungan sebab dan akibat. Puasa dapat dipahami sebagai latihan mengendalikan diri sekaligus ibadah yang bernilai pahala.

“Anak diajak melihat bahwa puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi juga menahan emosi, memperbaiki sikap, dan memperbanyak kebaikan,” ujar Mariska.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.