Transnusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur 27 Aug 2026 Lowongan Magang DPD RI 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Caranya 27 Aug 2026 Soroti Perlindungan Pemenang dan Kurator, Tonny Tesar Dorong Kepastian Hukum dalam RUU Pelelangan 27 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,723 Juta per Gram 27 Aug 2026 Soal Gempa NTT, Melchias Markus Mekeng Minta Pemerintah Perhatikan Rumah Warga Rusak 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Transnusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur 27 Aug 2026 Lowongan Magang DPD RI 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Caranya 27 Aug 2026 Soroti Perlindungan Pemenang dan Kurator, Tonny Tesar Dorong Kepastian Hukum dalam RUU Pelelangan 27 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,723 Juta per Gram 27 Aug 2026 Soal Gempa NTT, Melchias Markus Mekeng Minta Pemerintah Perhatikan Rumah Warga Rusak 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026

Waspada Lemak Jenuh, Ini Takaran Aman Konsumsi Santan

Desi Rossilawati
Senin, 23 Maret 2026 | 14:30 WIB
Bagikan
Waspada Lemak Jenuh, Ini Takaran Aman Konsumsi Santan

VISI.NEWS | BANDUNG – Hidangan bersantan seperti opor, rendang, dan gulai merupakan menu wajib yang sulit dipisahkan dari perayaan Lebaran di Indonesia. Namun, di balik cita rasanya yang gurih, masyarakat diingatkan untuk tidak mengonsumsi santan secara berlebihan guna menghindari risiko gangguan kesehatan akibat tingginya kandungan lemak jenuh.

Mengutip panduan dari American Heart Association melalui Texas Real Food, asupan lemak jenuh sebaiknya dibatasi tidak lebih dari 6 persen dari total kalori harian. Hal ini menjadi krusial mengingat santan kental yang sering digunakan dalam masakan memiliki densitas kalori dan lemak yang sangat tinggi.

Kandungan nutrisi dalam santan sangat bergantung pada tingkat kekentalannya. Berdasarkan data dari Nutri, satu cangkir santan kental kalengan dapat mengandung lebih dari 50 gram lemak dengan total energi mencapai sekitar 500 kalori.

Angka ini jauh berbeda dengan minuman santan kemasan karton yang lebih encer karena telah melalui proses pencampuran air. Meski lebih rendah kalori, santan encer sering kali diperkaya dengan tambahan vitamin D dan kalsium untuk menyeimbangkan profil nutrisinya.

Risiko Kesehatan di Balik Gurihnya Santan

Konsumsi santan yang tidak terkendali, terutama jenis santan kental, dapat memicu beberapa masalah kesehatan serius:

  1. Lonjakan Kolesterol: Kandungan asam laurat dalam santan memang meningkatkan kolesterol baik (HDL), namun jika berlebihan juga akan menaikkan kolesterol jahat (LDL) yang memicu risiko jantung dan stroke.

  2. Kenaikan Berat Badan: Kalori yang sangat tinggi tanpa diimbangi aktivitas fisik dapat menyebabkan penumpukan lemak tubuh.

  3. Gangguan Pencernaan: Bagi sebagian orang, lemak tinggi atau bahan pengental dalam santan kemasan dapat memicu perut kembung hingga diare.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.