VISI | Pesantren Go Digital: Menuju Era Industri 4.0
Ini sejalan dengan Program Kemandirian Pesantren, salah satu program prioritas Kementerian Agama yang telah digulirkan sejak 2021 untuk mewujudkan Pesantren yang memiliki sumber daya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan Kapol.
5 Pilar Digitalisasi Ekonomi Pesantren
Berdasarkan riset dan praktik terbaik, ada 5 pilar utama yang harus dibangun:
1. Sistem Pembayaran Digital 1) QRIS untuk kantin, koperasi, administrasi 2) E-wallet pesantren untuk jajan santri yang terpantau orang tua 3) ZISWAF digital untuk transparansi pengelolaan dana sosial 4) Payment gateway untuk bisnis pesantren yang jual online Kiai Hasyim dari pesantren di Jombang bercerita: "Dulu kantin kami sering ada uang hilang, salah hitung kembalian, bahkan ada yang curang. Sejak pakai QRIS, semua transparan. Orang tua santri senang karena bisa pantau pengeluaran anak dari rumah."
2. Sistem Informasi Manajemen Pesantren 1) Database santri terintegrasi 2) Sistem akademik digital untuk nilai dan rapor 3) Presensi online real-time 4) Keuangan pesantren berbasis software akuntansi "Kami pakai sistem ERP sederhana. Dari tracking pembayaran SPP, stok inventaris, sampai laporan keuangan RAT—semua otomatis. Hemat waktu, minim error," kata Ustadz Fajar, bendahara pesantren di Bandung.
3. Platform E-Commerce dan Marketplace 1) Toko online untuk produk pesantren (madu, kurma, buku) 2) Marketplace menghubungkan alumni yang jadi pengusaha 3) Sistem preorder untuk produk musiman (paket lebaran, dll) 4) Integrasi logistik untuk pengiriman Nyai Romlah dari Cirebon: "Kami jual produk pesantren lewat website dan Instagram. Alhamdulillah, omzet naik 300% dalam setahun. Bahkan ada pesanan dari luar Jawa!"
4. Literasi Digital untuk Santri dan Pengurus 1) Pelatihan dasar: cara pakai QRIS, e-wallet, internet banking 2) Pelatihan lanjutan: kelola toko online, social media marketing 3) Cybersecurity: hindari phishing, penipuan online 4) Etika digital: media sosial yang sesuai syariat Kemenperin mengadakan program bimtek untuk melatih generasi muda Indonesia agar dapat berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital nasional, dengan Bimbingan Teknis Pengembangan Industri Software Konten diberikan kepada 100 santri dari empat pesantren di Indonesia CNBC Indonesia.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!