VISI | Pesantren Go Digital: Menuju Era Industri 4.0
Oleh Nuslih Jamiat
Ketika Santri Bayar Kantin Pakai QRIS
PAGI itu di Pesantren Imam Syuhodo, Sukoharjo; Ahmad, santri kelas 2 Tsanawiyah, baru saja selesai shalat subuh berjamaah. Perutnya mulai keroncongan. Dia berjalan ke kantin pesantren, memesan nasi goreng dan teh manis. Yang menarik: dia tidak membawa dompet, tidak mengeluarkan uang tunai.
"Mas, pesen nasi goreng satu, teh manis," katanya sambil menempelkan kartu RFID ke mesin yang ada di meja kantin.
"TRANSAKSI BERHASIL" muncul di layar. Selesai!
Tidak ada antrian panjang, tidak ada uang kembalian yang ribet, tidak ada resiko uang hilang. Semua tercatat otomatis di sistem. Orang tua Ahmad bahkan bisa memantau uang jajan anaknya dari rumah lewat aplikasi di HP.
Ini bukan cerita dari negara maju. Ini kejadian nyata di Indonesia, tahun 2025, di sebuah pesantren!
Inovasi Tanpa HP: QRIS untuk Santri yang Tidak Punya Smartphone
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!