VISI | Percetakan dan Media Santri: Dari Dakwah ke Industri Kreatif
Oleh Nuslih Jamiat
Era Baru Santri di Pemerintahan Prabowo
NOVEMBER 2025, Sebuah Momentum Bersejarah; Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran 2025 pada 17 November 2025 di SMPN 4 Bekasi yang menandai distribusi perangkat smartboard ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia Yunandra. Ini bukan sekadar peluncuran teknologi—ini adalah revolusi pendidikan yang juga menyasar pesantren!
Fatimah, santri kelas 3 Aliyah di Serang, duduk di pojok asrama sambil mengedit video dakwah di HP-nya. "Alhamdulillah, sekarang pesantren kami dapat smartboard juga. Belajar jadi lebih seru, dan kami lebih semangat bikin konten," katanya dengan mata berbinar.
Ditjen Pesantren: Hadiah Istimewa untuk 42 Ribu Pesantren
Presiden Prabowo Subianto merestui usulan dibentuknya Direktorat Jenderal Pesantren pada 25 Oktober 2025, menegaskan bahwa santri bukan hanya penjaga moral tapi juga pelopor yang menguasai ilmu agama dan dunia yang berakhlak dan berdaya saing (Times).
Terdapat lebih dari 42 ribu pondok pesantren dengan 11 juta santri di Indonesia, dan langkah Prabowo ini menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan keagamaan Indonesia (Antara News).
Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pendirian Direktorat Jenderal Pesantren sebagaimana diumumkan dalam Halaqah Penguatan Kelembagaan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 27 November 2025 Snki, yang mendorong transformasi digital dan kepemimpinan santri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!