VISI | Percetakan dan Media Santri: Dari Dakwah ke Industri Kreatif

ED
Rabu, 10 Desember 2025 | 07:02 WIB
Bagikan
VISI | Percetakan dan Media Santri: Dari Dakwah ke Industri Kreatif

Ekonomi Kreatif: Mesin Baru Pertumbuhan Nasional

Inilah yang membuat era Prabowo berbeda. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif kini menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional, dengan nilai ekspor mencapai 13 miliar dolar AS atau 50 persen target 2025 pada pertengahan tahun 2025 (TribunNews).

Angka yang mencengangkan: hingga pertengahan tahun 2025, total investasi di sektor ekonomi kreatif tercatat sebesar Rp90,12 triliun, atau 66 persen dari target nasional, dengan kontribusi mencapai 9 persen dari total realisasi investasi nasional (TribunNews).

Dan santri? Mereka bagian dari revolusi ini!

Santri: Dari Hafalan Kitab ke Creator Konten

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan ke Center for Environmental Health of Pesantren UNUSA Surabaya, menekankan bahwa inovasi ekonomi kreatif bukan sekadar estetika—ia lahir dari sentuhan budaya, riset, dan teknologi (CNBC Indonesia).

Bayangkan: subsektor yang memberikan kontribusi terbesar berasal dari aplikasi, fesyen, kuliner, dan kriya, diikuti subsektor gim, musik, dan film termasuk film animasi yang terus berkembang pesat (TribunNews). Santri bisa berkontribusi di semua sektor ini!

Percetakan Pesantren: Warisan 70 Tahun yang Tetap Relevan

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.