VISI | Percetakan dan Media Santri: Dari Dakwah ke Industri Kreatif
Rasulullah SAW bersabda: "Sampaikanlah dariku walau satu ayat" (HR. Bukhari).
Dakwah di zaman Rasulullah lewat lisan dan tulisan di kulit atau batu. Dakwah hari ini? Lewat YouTube, Instagram, TikTok, podcast! Satu video pendek 1 menit bisa ditonton jutaan orang di seluruh dunia. Bayangkan pahalanya!
Allah berfirman dalam QS An-Nahl ayat 125: "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik..." Hikmah di era digital adalah memahami platform, algoritma, dan cara berkomunikasi yang menarik tapi tetap sesuai syariat. Dan santri? Mereka bisa!
Membangun Ekosistem Kreatif Pesantren
Blueprint Praktis: Dari Nol Jadi Creator; Ust Ridwan, mentor digital di pesantren Jawa Timur, berbagi rahasia: "Jangan tunggu sempurna. Mulai dari yang sederhana, konsisten, dan terus belajar."
Langkah 1: Bentuk Tim Media Pesantren (Cukup 10-15 Santri)
Tim minimal yang dibutuhkan: • Koordinator (ustadz/ustadzah yang paham teknologi) • Videographer (santri jago ambil gambar) • Editor (santri yang tekun dan detail) • Desainer (santri yang kreatif visual) • Writer (santri yang lancar menulis) • Admin sosmed (santri yang responsif dan rajin online)
Di Pesantren Nur El Falah, tim ini bekerja bergiliran agar tidak mengganggu pembelajaran agama. "Kami punya jadwal: pagi sampai sore full belajar kitab, sore sampai maghrib praktek konten, malam belajar lagi," jelas Gus Ahmad, koordinator tim.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!