VISI | Percetakan dan Media Santri: Dari Dakwah ke Industri Kreatif

ED
Rabu, 10 Desember 2025 | 07:02 WIB
Bagikan
VISI | Percetakan dan Media Santri: Dari Dakwah ke Industri Kreatif

Pesantren bisa kolaborasi dengan: 1. Pesantren lain - Sharing best practice dan kerjasama konten 2. Komunitas creator Muslim - Belajar dari yang sudah sukses 3. Brand halal - Endorse produk (pastikan halal dan berkah) 4. Kementerian Ekraf - Ikut program pelatihan dan pendampingan

Dari Pesantren untuk Peradaban Digital

Pak Yusuf, pengurus pesantren di Yogyakarta yang baru memulai unit media, berbagi: "Dulu kami ragu. Apakah santri boleh main teknologi? Tapi sekarang kami paham: teknologi adalah alat. Yang penting niatnya untuk dakwah dan cara pakainya sesuai syariat."

Setahun pemerintahan Prabowo, pesantren mendapat angin segar. Ditjen Pesantren terbentuk, dana abadi pesantren dijanjikan, program digitalisasi pembelajaran bergulir, dan ekonomi kreatif jadi prioritas nasional.

Ini momentum emas bagi santri untuk tidak hanya jadi konsumen konten, tapi produsen konten berkualitas yang mencerahkan. 42 ribu pesantren dengan 11 juta santri adalah kekuatan luar biasa. Jika masing-masing pesantren punya 10 santri creator aktif, itu berarti 420 ribu content creator Muslim yang menyebarkan cahaya Islam di dunia digital!

Mari kita jadikan pesantren sebagai pusat kreativitas Islam. Dari pesantren, lahir dai digital yang menyinari internet dengan konten bermanfaat. Dari pesantren, lahir entrepreneur kreatif yang mandiri dan membawa berkah untuk umat.

Wallahu a'lam bishawab. Semoga menginspirasi santri Indonesia untuk berkarya di era digital. Aamiin Ya Rabbal Alamin.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.