VISI | Panggung
Oleh: Drajat
- Guru
- Ketua Ikatan Doktor Ilmu Pendidikan, IDIP Kab. Bandung
- Wasekjen Komnasdik
- Hipnoterapis
- APKS PGRI Prov. Jabar
MENJADI guru adalah pilihan. Dan hingga hari ini, setelah lebih dari tiga puluh lima tahun berdiri di depan kelas, penulis masih meyakini bahwa pilihan itu adalah salah satu keputusan terbaik dalam hidup. Bukan karena profesi ini menjanjikan kekayaan berlimpah. Bukan pula karena jalan hidup seorang guru selalu mudah. Justru sebaliknya. Menjadi guru sering kali mengajarkan kesabaran yang panjang, ketulusan yang tidak selalu terlihat, serta pengabdian yang kadang tidak mendapatkan tepuk tangan.
Ada satu kebahagiaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Yaitu ketika melihat manusia bertumbuh. Ketika melihat seorang anak yang awalnya pemalu, perlahan mulai berani berbicara. Ketika melihat peserta didik yang dulu menunduk saat berjalan, kemudian mampu berdiri tegak menyampaikan gagasannya. Ketika melihat anak-anak yang dahulu hanya menjadi penonton, akhirnya berani tampil di atas panggung kehidupannya sendiri. Dan mungkin, di situlah letak keindahan profesi seorang guru.
Setiap tahun ajaran baru selalu menghadirkan cerita yang hampir sama. Anak-anak datang dengan wajah yang asing. Sebagian malu. Sebagian diam. Sebagian bahkan seperti menyimpan dunia mereka sendiri. Tatapan mata mereka masih mencari-cari. Mereka belum menemukan tempat yang nyaman. Belum menemukan keberanian untuk menjadi dirinya sendiri. Namun waktu memiliki caranya sendiri untuk bekerja. Hari demi hari berlalu. Minggu demi minggu berjalan. Dan perlahan mereka berubah. Mereka mulai tertawa. Mereka mulai berani bertanya. Mereka mulai berani berbeda. Mereka mulai berani menunjukkan warna dirinya. Seperti pelangi yang muncul setelah hujan, mereka menghadirkan warna yang membuat dunia terasa lebih indah.
Sebagai guru, salah satu momen yang paling membahagiakan adalah ketika peserta didik diberi panggung. Bukan hanya panggung seni. Bukan hanya panggung perpisahan. Tetapi setiap kesempatan ketika mereka diberi ruang untuk menunjukkan siapa dirinya. Di atas panggung itulah keajaiban sering terjadi. Anak yang biasanya pendiam bisa menjadi sangat percaya diri. Anak yang sering dianggap biasa justru tampil luar biasa. Anak yang selama ini tidak terlihat mendadak memancarkan cahaya yang tidak pernah disangka. Panggung menjadi ruang kejujuran. Tidak ada topeng. Tidak ada kepalsuan. Tidak ada pencitraan. Yang ada hanyalah diri mereka yang sesungguhnya.Dan bagi seorang guru, momen itu sering kali lebih membahagiakan daripada berbagai penghargaan. Karena di situlah perjalanan panjang pendidikan menemukan maknanya.
Berita Terkait
Komentar (1)
Tulis Komentar
Suhanda
2 months agoMasyaa Alloh....terimakasih ilmunya....semoga kita dapat menjadikan diri bermanfaat bagi orang lain apapun peran kita di atas panggung