VISI | Negeri Sang Vampir
Sebagai guru, penulis memilih tetap percaya kepada anak-anak. Mereka adalah cahaya yang belum padam. Mereka masih memiliki keberanian untuk berkata benar. Mereka masih memiliki hati yang bersih. Tugas kita adalah menjaganya agar tidak redup. Karena negeri ini tidak membutuhkan semakin banyak "vampir" yang mengisap harapan.
Negeri ini membutuhkan manusia-manusia yang hidup dengan kejujuran, amanah, dan hati nurani. Dan selama masih ada guru yang mengajarkan kejujuran dengan keteladanan, selama masih ada orang tua yang membesarkan anak-anaknya dengan nilai-nilai luhur, harapan itu tetap hidup. Suatu hari nanti, ketika seorang guru bertanya, "Kelak kamu ingin menjadi apa?"
Semoga yang terdengar bukan jawaban yang lahir dari kekaguman kepada kekuasaan atau harta. Melainkan jawaban yang sederhana namun agung: "Saya ingin menjadi orang yang jujur dan bermanfaat." Sebab dari satu anak yang jujur, lahir keluarga yang jujur. Dari keluarga yang jujur, lahir masyarakat yang jujur. Dan dari masyarakat yang menjunjung kejujuran, berdirilah sebuah negeri yang kuat—bukan negeri para vampir, melainkan negeri yang diterangi cahaya integritas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!