VISI | Negeri Sang Vampir
Jika yang sering mereka saksikan adalah bahwa kejujuran tampak kalah oleh kepentingan, maka tugas pendidikan menjadi jauh lebih berat. Karena guru harus menjelaskan sesuatu yang bertolak belakang dengan kenyataan yang mereka lihat. Guru berkata, "Jujurlah." Sementara dunia di luar kadang memberi kesan bahwa jalan pintas lebih menguntungkan. Guru berkata, "Amanah adalah kehormatan." Sementara mereka mendengar berbagai kabar tentang penyalahgunaan amanah. Di sinilah pendidikan diuji.
Namun penulis percaya, negeri ini tidak boleh menyerah. Sebab sejarah bangsa-bangsa besar selalu dimulai dari ruang kelas. Bukan dari gedung-gedung megah. Melainkan dari seorang guru yang terus menanamkan nilai. Guru mungkin tidak mampu menghentikan semua penyimpangan. Tetapi guru mampu mencegah lahirnya generasi baru yang menganggap penyimpangan sebagai hal biasa.
Setiap kali guru mengajarkan kejujuran, sesungguhnya ia sedang memutus rantai penularan. Setiap kali orang tua memberi teladan yang baik, sesungguhnya satu "vampir" kehilangan kekuatannya. Setiap kali seorang anak memilih jujur meskipun sulit, saat itu pula cahaya mulai mengusir kegelapan.
Dalam dunia hipnoterapi dikenal sebuah prinsip bahwa apa yang terus-menerus didengar dan dilihat akan membentuk keyakinan. Karena itu, anak-anak perlu lebih sering mendengar kalimat-kalimat yang menguatkan. "Kejujuran adalah kehormatan." "Amanah adalah kemuliaan." "Kesuksesan sejati lahir dari integritas."
Kalimat-kalimat seperti itu, jika diulang dengan kasih sayang dan keteladanan, perlahan menjadi bagian dari alam bawah sadar mereka. Di sanalah karakter dibangun. Bukan dengan ketakutan. Tetapi dengan kesadaran.
Matematika mengajarkan bahwa sesuatu yang berlipat ganda dapat berkembang sangat cepat. Begitu pula kebaikan. Satu guru yang jujur menginspirasi puluhan murid. Puluhan murid itu kelak menginspirasi ribuan orang. Maka kejujuran pun dapat bertumbuh secara eksponensial. Jika keburukan dapat menular, kebaikan pun demikian. Perbedaannya terletak pada pilihan yang kita ambil hari ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!