VISI | MBG Lansia: Solusi atau Ilusi?
Lebih jauh lagi, program ini memiliki dimensi sosial yang sering kali luput dari perhatian. Banyak lansia mengalami kesepian setelah pandemi. Mereka kehilangan ruang interaksi, kehilangan teman sebaya, bahkan kehilangan kepercayaan diri untuk kembali aktif di masyarakat. Dalam konteks ini, kegiatan distribusi makanan yang melibatkan pertemuan sosial dapat menjadi sarana membangun kembali kohesi sosial yang sempat terputus.
Saya menyebutnya sebagai “silaturahmi bergizi”. Bukan hanya tubuh yang memperoleh asupan, tetapi juga jiwa yang mendapatkan perhatian.
Selain manfaat sosial, MBG juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal. Kabupaten Bandung memiliki kekuatan sektor pertanian, peternakan, dan hortikultura yang sangat besar. Jika rantai pasok program diserap dari petani lokal, peternak ayam rakyat, produsen susu, dan pelaku UMKM pangan setempat, maka manfaat ekonomi akan berlipat ganda. Program bantuan sosial tidak lagi menjadi pengeluaran semata, melainkan investasi ekonomi daerah.
Namun optimisme tersebut tidak boleh membuat kita menutup mata terhadap berbagai persoalan mendasar yang mengintai.
Kesalahan terbesar yang mungkin terjadi adalah menyamakan kebutuhan gizi lansia dengan kebutuhan kelompok usia lain. Lansia memiliki karakteristik biologis yang berbeda. Mereka membutuhkan makanan rendah garam, rendah gula, rendah lemak jenuh, tetapi kaya protein, kalsium, vitamin, dan serat. Tekstur makanan pun harus disesuaikan dengan kondisi gigi, kemampuan mengunyah, dan kesehatan pencernaan.
Karena itu, keberhasilan MBG tidak dapat diukur dari jumlah kalori semata.
Lansia tidak membutuhkan makanan yang sekadar mengenyangkan. Mereka membutuhkan makanan yang tepat guna.
Tantangan berikutnya adalah persoalan distribusi. Kabupaten Bandung memiliki wilayah geografis yang luas dengan karakteristik yang beragam, mulai dari kawasan perkotaan hingga daerah pegunungan seperti Ciwidey, Rancabali, dan sebagian Cimenyan. Tidak semua lansia mampu datang ke titik distribusi. Banyak di antara mereka yang hidup sendiri atau memiliki keterbatasan mobilitas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!