VISI | Kritik yang Merdeka
Kemerdekaan yang sejati bukan hanya ketika penjajah telah pergi, tetapi ketika kekuasaan tidak lagi memandang kritik sebagai musuh.
Di usia ke-81 Republik Indonesia, semoga kita tidak hanya merayakan kemerdekaan sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai komitmen moral untuk menjaga ruang kebebasan yang sehat, dewasa, dan bermartabat.
Sebab seperti diingatkan filsuf dan sastrawan Spanyol, George Santayana, “Mereka yang tidak mampu menerima pelajaran dari masa lalu akan dikutuk untuk mengulanginya.” Dan dalam kehidupan berbangsa, salah satu pelajaran terpenting dari sejarah adalah bahwa kekuasaan yang berhenti mendengar kritik pada akhirnya akan berhenti mendengar rakyatnya sendiri.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!