VISI | Kritik yang Merdeka

ED
Senin, 17 Agustus 2026 | 07:49 WIB
Bagikan
VISI | Kritik yang Merdeka

Dalam tradisi Islam dikenal ungkapan hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air merupakan bagian dari keimanan. Terlepas dari perdebatan mengenai status ungkapan tersebut, nilai yang terkandung di dalamnya hidup kuat dalam kesadaran masyarakat Indonesia. Banyak orang yang mengkritik pemerintah justru melakukannya karena kecintaannya kepada negeri ini.

Mereka ingin Indonesia lebih adil.

Mereka ingin Indonesia lebih makmur.

Mereka ingin Indonesia lebih bermartabat.

Karena itu, menyamakan kritik dengan kebencian adalah kesalahan yang serius.

Kritik memang bisa terasa tidak nyaman. Tidak semua kritik disampaikan dengan bahasa yang halus. Tidak semua kritik tepat sasaran. Namun tugas pemimpin bukan mencari kenyamanan, melainkan mencari kebenaran yang terkandung di balik ketidaknyamanan itu.

Machiavelli dalam The Prince mengingatkan bahwa seorang penguasa yang hanya dikelilingi orang-orang yang mengatakan hal-hal menyenangkan akan mudah tersesat dalam kesalahan. Karena itu, pemimpin membutuhkan orang-orang yang berani mengatakan apa yang sebenarnya terjadi, bukan apa yang ingin didengarnya.

Presiden sebagai pemimpin tertinggi negara memiliki tanggung jawab moral untuk menciptakan iklim yang sehat terhadap kebebasan berpendapat. Sikap seorang presiden tidak pernah berhenti pada dirinya sendiri. Cara presiden memandang kritik akan ditiru oleh para menteri, kepala lembaga, aparat birokrasi, hingga pejabat di tingkat bawah.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.