Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 VISI | Maulid Nabi: Peringatan atau Keteladanan? 25 Aug 2026 Bandung Great Sale 2026 Diserbu Pengunjung, Transaksi Terus Dihitung 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 VISI | Maulid Nabi: Peringatan atau Keteladanan? 25 Aug 2026 Bandung Great Sale 2026 Diserbu Pengunjung, Transaksi Terus Dihitung 25 Aug 2026

VISI | Ketika Pemimpin Dikultuskan

ED
Senin, 26 Januari 2026 | 06:49 WIB
Bagikan
VISI | Ketika Pemimpin Dikultuskan

Lebih berbahaya lagi, ketika setiap ucapan pemimpin dianggap sabda. Apa pun pendapatnya, meski keliru, harus dibenarkan. Siapa yang berani berbeda, siap menerima konsekuensi. Dalam kondisi seperti ini, nalar kritis mati perlahan. Kejujuran menjadi barang mahal, karena berkata benar justru berisiko.

Tidak dapat dimungkiri, sebagian pemimpin hari ini lahir bukan karena kapasitas, melainkan karena koneksi. Nepotisme, kedekatan keluarga, kesamaan kelompok atau partai, balas budi, bahkan kekuatan finansial, menjadi jalan pintas menuju jabatan. Proses yang semestinya menjaring yang terbaik, berubah menjadi sekadar formalitas. Akibatnya, jabatan yang seharusnya diemban dengan kebijaksanaan justru diperlakukan sebagai panggung pemujaan diri. Pemimpin ingin terus disanjung. Wajahnya terpampang di mana-mana, fotonya memenuhi ruang publik, suaranya dianggap kebenaran mutlak. Ke mana pun ia melangkah, rombongan harus mengikuti. Apa pun yang ia unggah di media sosial, bawahan merasa wajib memberi tanda suka, seolah itu bagian dari loyalitas.

Di titik inilah kultus terhadap pemimpin mulai tumbuh. Bukan lagi dihormati karena keteladanan, melainkan ditakuti karena kuasa. Bukan diikuti karena kebijaksanaan, melainkan karena jabatan.

Bahaya Kultus dalam Pendidikan

Kondisi ini menjadi jauh lebih mengkhawatirkan ketika terjadi di dunia pendidikan. Pemimpin pendidikan sejatinya adalah penjaga nilai. Ia tidak hanya mengelola sistem, tetapi juga menjadi cermin adab dan akhlak. Setiap tutur katanya, setiap kebijakannya, akan menjadi rujukan moral bagi guru dan peserta didik. Ketika pemimpin pendidikan berbicara tanpa kehati-hatian, menyampaikan pernyataan keliru, atau memberi contoh buruk, dampaknya tidak sederhana. Ia merusak fondasi karakter. Pendidikan kehilangan ruhnya, berubah menjadi rutinitas administratif tanpa nilai.

Pemimpin pendidikan seharusnya paling sadar bahwa kuasa bukan untuk dipertontonkan, melainkan untuk melayani. Bahwa jabatan bukan untuk disanjung, melainkan untuk dipertanggungjawabkan. Ketika prinsip ini terbalik, yang lahir bukan generasi beradab, melainkan generasi yang belajar bahwa kekuasaan adalah segalanya. Menghormati pemimpin adalah bagian dari budaya dan etika sosial. Namun menghormati berbeda dengan mengkultuskan. Takzim lahir dari keteladanan, sementara kultus lahir dari ketakutan dan kepentingan. Takzim membuka ruang dialog, kultus menutup pintu kritik.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.