AI dan Industri Kreatif Jadi Sorotan, DELF 2026 Hong Kong Gaet 4.000 Peserta 31 Aug 2026 Cuaca Bandung Cerah Berawan, Suhu Capai 30 Derajat Celsius 31 Aug 2026 Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026 AI dan Industri Kreatif Jadi Sorotan, DELF 2026 Hong Kong Gaet 4.000 Peserta 31 Aug 2026 Cuaca Bandung Cerah Berawan, Suhu Capai 30 Derajat Celsius 31 Aug 2026 Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026

VISI | Kediri, Kenapa?

ED
PN
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:22 WIB
Bagikan
VISI | Kediri, Kenapa?

Oleh Aep S. Abdullah

"KALAU seorang presiden datang ke Kediri, tak lama kemudian kekuasaannya berakhir."

Kalimat itu bukan berasal dari buku sejarah ataupun dokumen negara. Ia hidup dari mulut ke mulut, diwariskan dalam obrolan warung kopi, percakapan para sesepuh, hingga menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Jawa Timur. Di Kediri, cerita itu bahkan memiliki nama yang cukup populer: Kutukan Kediri!.

Belum lama ini, ketika Tim 'Gowes Sejarah' VISI.NEWS, seorang staf sebuah hotel di Kota Kediri mengulang kembali cerita tersebut. Menurutnya, Kediri seolah menjadi "kartu mati" bagi kepala negara yang tidak menjalankan amanah dengan baik. Ia tidak mengatakannya sebagai sebuah kepastian, melainkan sebagai cerita yang sudah lama dipercaya masyarakat.

Di situlah letak menariknya. Politik modern seharusnya dibangun di atas konstitusi, hukum, dan kehendak rakyat. Namun dalam praktiknya, politik Indonesia tak pernah benar-benar lepas dari simbol, mitos, dan kebudayaan. Ketika rasionalitas bertemu dengan tradisi, lahirlah narasi-narasi yang terus hidup meski tak pernah bisa dibuktikan secara ilmiah.

Keyakinan masyarakat itu kemudian menemukan "bahan bakarnya" dari beberapa peristiwa politik nasional. Nama-nama Presiden Soekarno, B. J. Habibie, dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kerap disebut sebagai contoh. Ketiganya pernah berkunjung ke Kediri, lalu dalam rentang waktu tertentu tidak lagi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Soekarno kehilangan kekuasaan setelah pergolakan politik pasca-G30S dan terbitnya Supersemar. Habibie mengakhiri masa kepresidenannya setelah pidato pertanggungjawabannya ditolak MPR pada 1999 sehingga tidak melanjutkan pencalonan. Gus Dur dilengserkan melalui Sidang Istimewa MPR pada 2001 di tengah konflik politik yang tajam. Bagi sebagian masyarakat, rangkaian peristiwa itu dianggap terlalu sering untuk sekadar disebut kebetulan.

Padahal, jika ditelaah secara politik, ketiga presiden tersebut lengser karena alasan yang sangat berbeda. Soekarno menghadapi perubahan konfigurasi kekuasaan nasional. Habibie berada dalam masa transisi Reformasi yang penuh tekanan politik. Sementara Gus Dur menghadapi pertarungan politik dengan DPR dan MPR. Tidak ada bukti bahwa kunjungan ke Kediri memiliki hubungan sebab-akibat dengan berakhirnya masa jabatan mereka.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.