AI dan Industri Kreatif Jadi Sorotan, DELF 2026 Hong Kong Gaet 4.000 Peserta
DELF 2026 di Hong Kong diikuti lebih dari 4.000 peserta. /visi.news/ist
VISI.NEWS – Forum tahunan Digital Entertainment Leadership Forum 2026 (DELF 2026) yang diselenggarakan Cyberport resmi berakhir pada Sabtu (30/8/2026) setelah berlangsung selama tiga hari dan berhasil menarik lebih dari 4.000 peserta dari berbagai kalangan. Mengusung tema “The Dreamatic Circus”, forum ini menjadi ajang pertemuan para pemimpin industri, akademisi, kreator, pelaku seni, pengembang teknologi, hingga startup untuk membahas transformasi industri hiburan digital dan ekonomi kreatif di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Sepanjang penyelenggaraannya, DELF 2026 menghadirkan empat zona pengalaman utama, yakni Digital Entertainment, Culture and Arts, Smart Living and Business, serta Robotics and Drones. Melalui berbagai pameran, diskusi, demonstrasi teknologi, dan lokakarya interaktif, peserta diajak melihat bagaimana AI, teknologi imersif, serta inovasi digital mengubah cara manusia menciptakan konten, melestarikan budaya, dan mengembangkan model bisnis baru.
Lebih dari 35 pameran teknologi inovatif dan puluhan aktivitas interaktif digelar selama forum berlangsung. Beberapa atraksi yang menyedot perhatian publik antara lain pameran seni interaktif berbasis IP animasi Hong Kong “Another World”, robot tempur dari Jin Technology Limited, platform fesyen berbasis AI dan teknologi 3D milik Genesis ONE, serta berbagai pengalaman hiburan digital yang memadukan dunia fisik dan virtual.
Chief Executive Officer Cyberport, Dr. Rocky Cheng, menegaskan bahwa kecerdasan buatan kini menjadi motor utama perubahan dalam industri hiburan dan kreatif.
“AI tidak hanya mengubah cara konten dibuat, tetapi juga membuka peluang baru dalam pelestarian budaya, ekspresi artistik, dan pengembangan industri. DELF telah menjadi platform kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan perusahaan teknologi, kreator, organisasi industri, dan talenta untuk mengeksplorasi berbagai skenario inovatif,” ujarnya.
Menurut Cheng, Cyberport akan terus mendorong integrasi AI dengan industri kreatif melalui pengembangan talenta, dukungan startup, dan penguatan ekosistem inovasi guna memperkokoh posisi Hong Kong sebagai pusat inovasi dan teknologi internasional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!