AI dan Industri Kreatif Jadi Sorotan, DELF 2026 Hong Kong Gaet 4.000 Peserta
DELF 2026 di Hong Kong diikuti lebih dari 4.000 peserta. /visi.news/ist
Program ini menunjukkan bahwa hiburan digital tidak hanya diperuntukkan bagi generasi muda, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun interaksi sosial, pembelajaran sepanjang hayat, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat lanjut usia.
Forum juga menjadi panggung penghargaan bagi generasi muda melalui ajang Gen AI Student Social Challenge Award. Kompetisi tersebut memberikan apresiasi kepada pelajar yang memanfaatkan AI generatif untuk menyelesaikan persoalan sosial dan mendorong inovasi budaya.
Dalam sesi AI for Culture & IP Forum, para pakar industri membahas bagaimana kecerdasan buatan dapat memperkuat pengembangan sektor budaya sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kekayaan intelektual (IP) di Hong Kong.
Komunitas kreator lokal juga mendapat ruang melalui Creator Conflicts Doujin Exchange yang mempertemukan ilustrator, kreator independen, dan penggemar budaya anime dalam wadah kolaborasi dan pertukaran ide.
Sementara itu, program pemutaran film menampilkan berbagai karya inovatif, termasuk film animasi lokal To a Beautiful Time Gone By, proyek-proyek dari program Future Animation AI-assisted Animation Production Support Scheme, serta karya pilihan HKUST AI Film Festival.
Perkuat Kolaborasi Industri dan Akademisi
Selain menjadi ajang diskusi dan pameran teknologi, DELF 2026 juga menghasilkan sejumlah kerja sama strategis. Pada hari pertama forum, Cyberport menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Alibaba Cloud, The Hong Kong Academy for Performing Arts, dan Hong Kong Shue Yan University.
Kerja sama tersebut mencakup inkubasi startup, pengembangan aplikasi AI, riset teknologi seni (art-tech), serta pengembangan sumber daya manusia di bidang inovasi dan teknologi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!