AI dan Industri Kreatif Jadi Sorotan, DELF 2026 Hong Kong Gaet 4.000 Peserta 31 Aug 2026 Cuaca Bandung Cerah Berawan, Suhu Capai 30 Derajat Celsius 31 Aug 2026 Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026 AI dan Industri Kreatif Jadi Sorotan, DELF 2026 Hong Kong Gaet 4.000 Peserta 31 Aug 2026 Cuaca Bandung Cerah Berawan, Suhu Capai 30 Derajat Celsius 31 Aug 2026 Aplikasi Sentuh Tanahku Permudah Akses Layanan Pertanahan Warga 30 Aug 2026 PSI Jember Jadikan Kantor Baru sebagai Rumah Bersama, Ratusan Ojol Diajak Berdiskusi 30 Aug 2026 Layanan Peralihan Hak 10 Hari Diuji Coba, ATR/BPN Tekankan Kesiapan Masyarakat 30 Aug 2026 Layanan PERINTIS 10 Hari Percepat Proses Balik Nama Sertipikat 30 Aug 2026 Satres Narkoba Polres Sukabumi Amankan 276 Botol Miras 30 Aug 2026 Muktamar NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Jazuli Raih Suara Tertinggi 30 Aug 2026 Ribuan Banser dan Pagar Nusa Perketat Pengamanan Muktamar NU 30 Aug 2026 Google Health 5.07 Dirilis, Catat Olahraga Makin Fleksibel 30 Aug 2026

AI dan Industri Kreatif Jadi Sorotan, DELF 2026 Hong Kong Gaet 4.000 Peserta

ED
PN
Senin, 31 Agustus 2026 | 06:09 WIB
Bagikan
AI dan Industri Kreatif Jadi Sorotan, DELF 2026 Hong Kong Gaet 4.000 Peserta

DELF 2026 di Hong Kong diikuti lebih dari 4.000 peserta. /visi.news/ist

VISI.NEWS – Forum tahunan Digital Entertainment Leadership Forum 2026 (DELF 2026) yang diselenggarakan Cyberport resmi berakhir pada Sabtu (30/8/2026) setelah berlangsung selama tiga hari dan berhasil menarik lebih dari 4.000 peserta dari berbagai kalangan. Mengusung tema “The Dreamatic Circus”, forum ini menjadi ajang pertemuan para pemimpin industri, akademisi, kreator, pelaku seni, pengembang teknologi, hingga startup untuk membahas transformasi industri hiburan digital dan ekonomi kreatif di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Sepanjang penyelenggaraannya, DELF 2026 menghadirkan empat zona pengalaman utama, yakni Digital Entertainment, Culture and Arts, Smart Living and Business, serta Robotics and Drones. Melalui berbagai pameran, diskusi, demonstrasi teknologi, dan lokakarya interaktif, peserta diajak melihat bagaimana AI, teknologi imersif, serta inovasi digital mengubah cara manusia menciptakan konten, melestarikan budaya, dan mengembangkan model bisnis baru.

Lebih dari 35 pameran teknologi inovatif dan puluhan aktivitas interaktif digelar selama forum berlangsung. Beberapa atraksi yang menyedot perhatian publik antara lain pameran seni interaktif berbasis IP animasi Hong Kong “Another World”, robot tempur dari Jin Technology Limited, platform fesyen berbasis AI dan teknologi 3D milik Genesis ONE, serta berbagai pengalaman hiburan digital yang memadukan dunia fisik dan virtual.

Chief Executive Officer Cyberport, Dr. Rocky Cheng, menegaskan bahwa kecerdasan buatan kini menjadi motor utama perubahan dalam industri hiburan dan kreatif.

“AI tidak hanya mengubah cara konten dibuat, tetapi juga membuka peluang baru dalam pelestarian budaya, ekspresi artistik, dan pengembangan industri. DELF telah menjadi platform kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan perusahaan teknologi, kreator, organisasi industri, dan talenta untuk mengeksplorasi berbagai skenario inovatif,” ujarnya.

Menurut Cheng, Cyberport akan terus mendorong integrasi AI dengan industri kreatif melalui pengembangan talenta, dukungan startup, dan penguatan ekosistem inovasi guna memperkokoh posisi Hong Kong sebagai pusat inovasi dan teknologi internasional.

Soroti AI dalam Seni dan Penciptaan Konten

Hari kedua forum berfokus pada praktik kreatif berbasis teknologi. Salah satu acara unggulan adalah Art-Tech Concert yang memadukan pertunjukan seni dengan teknologi digital untuk menghadirkan bentuk ekspresi baru dalam dunia musik dan seni pertunjukan.

Forum juga menghadirkan Hong Kong AI Game Jam 2026 & Creator Workshop 2026 yang memungkinkan peserta memanfaatkan teknologi AI dalam pengembangan gim. Program tersebut menggabungkan kompetisi dan pembelajaran praktis dengan bimbingan para profesional industri.

Selain itu, Cyberport Academy melalui program AI Creative Micro-Academy memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mempelajari penggunaan AI generatif dan teknologi mutakhir lainnya dalam produksi audiovisual, desain gim interaktif, hingga pengembangan konten digital.

Sektor perfilman juga mendapat perhatian khusus. Salah satunya melalui kelas master animasi “Another World” yang menghadirkan CEO Gudo Inc. Polly Yeung dan CEO sekaligus produser SuperString Inc. BeeWon Lee. Keduanya berbagi pengalaman dalam mengembangkan karya animasi Hong Kong menjadi konten webtoon yang mampu menjangkau audiens global.

Pertunjukan hiburan berbasis teknologi seperti XODIAC: Cosmic Code dan Drone Cirque: A Circus in the Air turut menjadi magnet bagi pengunjung. Keduanya menampilkan perpaduan seni pertunjukan, teknologi visual, dan hiburan interaktif yang menggambarkan masa depan industri hiburan digital.

Teknologi untuk Semua Kalangan

Pada hari terakhir, DELF 2026 menonjolkan aspek inklusi sosial dan literasi teknologi lintas generasi. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Elderly eSports Tournament & Experience Day yang mengajak para lansia mengikuti kompetisi dan pengalaman e-sports.

Program ini menunjukkan bahwa hiburan digital tidak hanya diperuntukkan bagi generasi muda, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun interaksi sosial, pembelajaran sepanjang hayat, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat lanjut usia.

Forum juga menjadi panggung penghargaan bagi generasi muda melalui ajang Gen AI Student Social Challenge Award. Kompetisi tersebut memberikan apresiasi kepada pelajar yang memanfaatkan AI generatif untuk menyelesaikan persoalan sosial dan mendorong inovasi budaya.

Dalam sesi AI for Culture & IP Forum, para pakar industri membahas bagaimana kecerdasan buatan dapat memperkuat pengembangan sektor budaya sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kekayaan intelektual (IP) di Hong Kong.

Komunitas kreator lokal juga mendapat ruang melalui Creator Conflicts Doujin Exchange yang mempertemukan ilustrator, kreator independen, dan penggemar budaya anime dalam wadah kolaborasi dan pertukaran ide.

Sementara itu, program pemutaran film menampilkan berbagai karya inovatif, termasuk film animasi lokal To a Beautiful Time Gone By, proyek-proyek dari program Future Animation AI-assisted Animation Production Support Scheme, serta karya pilihan HKUST AI Film Festival.

Perkuat Kolaborasi Industri dan Akademisi

Selain menjadi ajang diskusi dan pameran teknologi, DELF 2026 juga menghasilkan sejumlah kerja sama strategis. Pada hari pertama forum, Cyberport menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Alibaba Cloud, The Hong Kong Academy for Performing Arts, dan Hong Kong Shue Yan University.

Kerja sama tersebut mencakup inkubasi startup, pengembangan aplikasi AI, riset teknologi seni (art-tech), serta pengembangan sumber daya manusia di bidang inovasi dan teknologi.

Salah satu sorotan utama forum adalah demonstrasi penerbangan eVTOL (electric Vertical Take-Off and Landing) di Cyberport Waterfront Park. Teknologi transportasi udara masa depan tersebut menarik hampir 1.000 kunjungan dan menjadi simbol berkembangnya ekonomi rendah-altitude (low-altitude economy) serta mobilitas cerdas di Hong Kong.

Dorong Hong Kong Jadi Pusat AI dan Hiburan Digital

Dengan menghadirkan lebih dari 60 pemimpin industri dan pembicara ternama, 35 pameran teknologi, serta 27 lokakarya interaktif, DELF 2026 berhasil mempertemukan dunia teknologi, seni, budaya, pendidikan, dan bisnis dalam satu platform kolaboratif.

Melalui berbagai diskusi, demonstrasi, dan aktivitas komunitas, forum ini menunjukkan bahwa AI bukan sekadar alat teknologi, melainkan penggerak utama lahirnya model bisnis baru, inovasi kreatif, serta transformasi industri hiburan digital global.

Cyberport menegaskan komitmennya untuk terus berperan sebagai pusat teknologi digital dan akselerator AI Hong Kong dengan mendukung implementasi teknologi inovatif, membina talenta masa depan, serta memperkuat ekosistem startup dan industri kreatif.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.