VISI | Board of Peace dan Logika Gus Baha’
Objeknya: Donald Trump sering dipersepsikan sebagai pemimpin yang transaksional dan "keras" (mirip karakter Uyainah yang Al-Ahmaq al-Mutha' atau pemimpin yang tabiatnya sulit ditebak, namun punya kuasa besar).
Strateginya: Bersikap ramah dan masuk ke dalam lingkaran. Bukan berarti setuju dengan seluruh kebijakan personal Trump. Melainkan untuk "meredam potensi bahaya" atau ketidakpastian ekonomi-politik yang bisa merugikan Indonesia: Jika kita berada di luar radar mereka.
Tujuannya: Menjaga kepentingan nasional (keamanan dan ekonomi) agar tetap stabil di tengah ketegangan global. Dan yang terpenting: Sebagai tahap awal: Pastikan gencatan senjata di Gaza.
Sehingga kita tidak terus membaca berita anak-anak di Gaza tertembus peluru tajam tentara Israel. Sementara kita juga tidak bisa mencegah itu.
Dan satu lagi: Kita tidak pernah tahu nasib Trump nanti. Seperti juga kita tidak tahu apakah BoP akan memancing satu sikap negara besar dan sebagian Big Member NATO yang tidak bergabung.***
Jakarta, 1 Februari 2026
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!