Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026

VISI | Board of Peace dan Logika Gus Baha’

ED
Minggu, 1 Februari 2026 | 07:28 WIB
Bagikan
VISI | Board of Peace dan Logika Gus Baha’

Isi perjanjian merugikan kaum Muslimin. Dari sisi roadmap maupun teks redaksi. Tetapi ada yang penting dan strategis bagi Rasulullah. Yaitu: Gencatan senjata alias tidak ada perang selama 10 tahun. Dan boleh memasuki Makkah.

Kerugiannya banyak sekali. Dari segi isi: Kalaupun masuk ke Makkah, hanya boleh menetap selama 3 hari. Hanya boleh membawa senjata musafir. Bukan senjata untuk perang. Kafir Quraisy yang mau masuk Islam, harus mendapat ijin dari walinya. Sebaliknya, kaum Muhajirin Muslimin yang mau kembali ke keluarganya di Makkah dan menjadi Kafir kembali, maka mereka tidak perlu dikembalikan ke Madinah.

Dari sisi teks redaksi perjanjian. Suhail bin Amr menolak penggunakan kalimat “Bismillahirrohmannirrohim”. Karena Kafir Quraisy tidak mengenal Ar-Rohman dan Ar-Rohim. Rasulullah setuju dan mengganti dengan kalimat: “Bismikallahumma”.

Dalam perjanjian, tidak boleh menulis gelar Rasulullah di depan nama Muhammad. Rasul pun setuju mengganti dengan menulis: Muhammad bin Abdullah.

Kerugian yang besar ini sempat diprotes oleh Sahabat Umar bin Khattab ra. Ketika itu Umar mengatakan:

"Wahai Rasulullah, bukankah engkau benar-benar utusan Allah?" Nabi: "Benar." Umar: "Bukankah kita berada di atas kebenaran dan musuh kita di atas kebatilan?" Nabi: "Benar." Umar: "Lalu, mengapa kita memberikan kehinaan kepada agama kita (dengan setuju pada perjanjian ini)?"

Nabi SAW menjawab dengan jawaban yang sangat tenang namun prinsipil: "Sesungguhnya aku adalah utusan Allah, dan aku tidak akan mendurhakai-Nya, dan Dialah Penolongku." Meskipun isi perjanjiannya tampak merugikan, Allah SWT menurunkan Surat Al-Fath ayat 1 yang menyebut peristiwa ini sebagai "Kemenangan yang Nyata".

Karena dalam masa gencatan senjata itu: Jumlah pengikut Islam meningkat. Akibat interaksi sosial dalam situasi tanpa perang.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.