VISI | Berbagi Kebahagiaan
Hari ini, ketika penulis mengingat kembali kisah nilai empat itu, hati ini masih tersenyum. Bukan karena nilainya. Tetapi karena kebijaksanaan yang lahir dari seorang anak kecil. Ia mengajarkan bahwa hidup tidak harus selalu tentang menjadi yang terbaik. Hidup juga tentang belajar menghargai proses. Belajar menerima diri sendiri. Belajar bersyukur. Dan belajar berbagi kebahagiaan.
Sudah saatnya dunia pendidikan berubah. Tidak hanya memberi tepuk tangan kepada mereka yang memperoleh nilai tertinggi. Tetapi juga kepada mereka yang terus berusaha. Karena sejatinya setiap anak sedang berjuang dengan caranya masing-masing. Dan setiap perjuangan yang jujur layak mendapatkan penghargaan. Sebab pada akhirnya, tugas pendidikan bukan menciptakan manusia yang hanya pandai bersaing. Melainkan manusia yang mampu bertumbuh, bersyukur, dan berbagi kebahagiaan kepada sesamanya. Dan pelajaran itu, pada suatu sore yang sederhana, penulis dapatkan dari seorang anak yang pulang ke rumah dengan penuh kebanggaan karena memperoleh nilai empat.**
Berita Terkait
Komentar (1)
Tulis Komentar
Eva Djuliawati
2 months agoVery inspiring. Sometimes we are not aware about our students feeling and efforts to be better forever. It's an excellent reminder to be done in our daily life. Thank you for your excellent reminder for me as a wife. mother and also an English teacher.