VISI | Berbagi Kebahagiaan
Sibuk Membandingkan
Fenomena ini tidak hanya terjadi di sekolah. Dalam kehidupan sehari-hari pun kita sering melakukan hal yang sama. Kita membandingkan. Membandingkan penghasilan. Membandingkan jabatan. Membandingkan rumah. Membandingkan kendaraan. Membandingkan sekolah. Bahkan membandingkan anak-anak kita dengan anak orang lain. Akibatnya, kebahagiaan perlahan menghilang. Karena hidup berubah menjadi perlombaan tanpa garis akhir. Padahal setiap manusia memiliki jalan hidup yang berbeda.
Belakangan ini penulis juga sering melihat fenomena yang menarik. Banyak orang tua begitu berambisi memasukkan anak ke sekolah tertentu. Berbagai cara dilakukan. Berbagai jalur dicoba. Bahkan tidak sedikit yang rela mengorbankan ketenangan dirinya sendiri. Pertanyaannya sederhana: Apakah itu benar-benar keinginan anak? Ataukah hanya keinginan orang tua? Kadang-kadang kita terlalu sibuk memaksakan mimpi kita kepada anak. Sampai lupa mendengarkan suara hati mereka. Padahal pendidikan bukan tentang memaksa anak menjadi seperti yang kita inginkan. Pendidikan adalah membantu mereka menemukan potensi terbaiknya.
Anak kecil itu mengajarkan sesuatu yang sering dilupakan orang dewasa. Bahwa kebahagiaan tidak selalu lahir dari kemenangan. Kadang kebahagiaan lahir dari penerimaan. Dari kemampuan mensyukuri apa yang dimiliki. Dari kemampuan melihat keberhasilan kecil sebagai anugerah. Dan dari kemampuan berbagi kebahagiaan kepada orang lain. Bukankah hidup akan terasa lebih ringan jika kita belajar ikut senang melihat keberhasilan orang lain? Bukankah dunia akan terasa lebih indah jika kita tidak selalu menjadikan hidup sebagai arena persaingan?
Ada alasan mengapa Rasulullah SAW begitu mencintai anak-anak. Karena hati mereka masih jernih. Mereka belum terlalu banyak dipenuhi prasangka. Belum terlalu sibuk dengan pencitraan. Belum terlalu terjebak dalam gengsi. Anak-anak sering melihat kehidupan apa adanya. Dan justru karena itulah mereka mampu menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana. Yang sering kali gagal dilihat oleh orang dewasa.
Berita Terkait
Komentar (1)
Tulis Komentar
Eva Djuliawati
2 months agoVery inspiring. Sometimes we are not aware about our students feeling and efforts to be better forever. It's an excellent reminder to be done in our daily life. Thank you for your excellent reminder for me as a wife. mother and also an English teacher.