VISI | Berbagi Kebahagiaan
Oleh: Drajat
- Guru
- Ketua Ikatan Doktor Ilmu Pendidikan, IDIP Kab. Bandung
- Wasekjen Komnasdik
- Hipnoterapis
- APKS PGRI Prov. Jabar
ADA kalanya guru belajar dari muridnya. Ada kalanya orang tua belajar dari anaknya. Dan ada kalanya kebijaksanaan hadir dari seseorang yang bahkan belum mengenal rumus-rumus kehidupan secara lengkap. Peristiwa itu terjadi bertahun-tahun lalu. Namun hingga hari ini masih tersimpan rapi dalam ingatan penulis. Bukan karena peristiwanya luar biasa. Melainkan karena pelajaran yang terkandung di dalamnya begitu dalam.
Suatu sore, anak kedua penulis yang saat itu duduk di kelas empat sekolah dasar pulang dengan wajah cerah. Ia berlari masuk rumah. Matanya berbinar. Senyumnya mengembang. Lalu dengan penuh semangat berkata: "Ayah... Mamah... Alhamdulillah, nilai matematika Adik empat!"
Penulis dan istri saling berpandangan. Mungkin seperti kebanyakan orang tua lainnya, reaksi pertama kami adalah kaget. Empat? Nilai empat? Bukankah itu jauh di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal? Bukankah itu termasuk nilai yang dianggap rendah? Namun anehnya, anak kami justru tampak sangat bahagia. Tidak ada tanda-tanda kecewa. Tidak ada wajah murung. Tidak ada rasa malu. Yang ada justru kegembiraan.
Rasa penasaran membuat penulis bertanya. "Dik, kenapa begitu bahagia mendapat nilai empat?"
Ia menjawab dengan santai. "Ya tidak bahagia bagaimana, Yah? Saat nilai empat disebutkan guru, teman-teman di kelas semuanya tersenyum, tepuk tangan, dan ikut senang!"
Penulis semakin bingung. Kemudian ia melanjutkan: "Bahkan ada yang berkata, akhirnya aku bisa mengalahkan dia." Kalimat itu sederhana. Tetapi membuat penulis berpikir lama. Anak-anak di kelas ternyata tidak sedang menertawakan. Mereka tidak sedang merendahkan. Mereka sedang merayakan keberhasilan yang selama ini terasa jauh. Mereka sedang berbagi kebahagiaan. Mereka sedang menikmati proses belajar tanpa harus terjebak dalam gengsi angka.
Obrolan berlanjut. Penulis bertanya lagi:"Apa Adik tidak malu?"
Berita Terkait
Komentar (1)
Tulis Komentar
Eva Djuliawati
2 months agoVery inspiring. Sometimes we are not aware about our students feeling and efforts to be better forever. It's an excellent reminder to be done in our daily life. Thank you for your excellent reminder for me as a wife. mother and also an English teacher.