Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026

VISI | Asing di Negeri Sendiri (Refleksi Nyawa Sang Buah Hati)

ED
Jumat, 6 Februari 2026 | 05:56 WIB
Bagikan
VISI | Asing di Negeri Sendiri (Refleksi Nyawa Sang Buah Hati)

Negeri ini sering menyebut dirinya kaya raya. Namun kekayaan sejati suatu bangsa bukan di APBN, melainkan di kemampuannya melindungi yang paling lemah.

Jika seorang anak usia sepuluh tahun harus menulis surat perpisahan kepada ibunya karena tak mampu membeli buku, maka ada yang sangat keliru dalam prioritas kita. Kita membangun jalan tol, tetapi lupa membangun jalan empati. Kita menggenjot pertumbuhan ekonomi, tetapi abai pada pertumbuhan nurani. Kita bicara bonus demografi, tetapi kehilangan generasi dalam diam.

Surat kecil itu seharusnya mengguncang kita semua. Bukan sekadar viral sesaat. Bukan sekadar bahan perdebatan politik. Ia adalah pengingat paling keras bahwa: Negara boleh besar dalam angka, tetapi akan tampak kecil jika gagal hadir di hati rakyatnya. Jangan biarkan ada Kertas Tii Mama Reti berikutnya. Jangan biarkan anak-anak kita merasa asing di negeri sendiri. Karena satu nyawa yang hilang bukan sekadar tragedi keluarga— ia adalah cermin wajah bangsa. Dan pantulan itu hari ini sungguh menyakitkan untuk ditatap.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.