Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

VISI | Ambisi

Desi Rossilawati
Kamis, 5 Maret 2026 | 10:00 WIB
Bagikan
VISI | Ambisi

Oleh Drajat

Dunia hari ini tidak sedang baik-baik saja. Ketegangan geopolitik meningkat. Konflik bersenjata di berbagai kawasan menimbulkan kecemasan global. Ambisi negara-negara besar saling bertabrakan, dan rakyatlah yang paling sering menjadi korban.

Di dalam negeri, kegelisahan juga terasa. Bukan karena perang terbuka, melainkan karena luka yang pelan namun dalam: ketidakpercayaan publik, kebijakan yang terasa jauh dari rakyat, serta pemimpin yang seolah semakin nyaman dalam lingkar kekuasaan.

Di sinilah satu kata menjadi penting untuk direnungkan: ambisi. Ambisi pada dasarnya tidak salah. Tanpa ambisi, tidak ada kemajuan. Tanpa keinginan kuat, tidak ada perubahan. Tetapi ambisi yang tidak diimbangi kebijaksanaan akan berubah menjadi kerakusan. Dan kerakusan, jika dibiarkan, akan melumpuhkan nurani.

Ambisi kekuasaan sering kali berawal dari niat baik. Ingin membangun. Ingin memperbaiki. Ingin membawa perubahan. Namun ketika kursi sudah diduduki terlalu lama, ketika pujian lebih sering terdengar daripada kritik, seseorang bisa mengalami penyakit yang sunyi: lupa akan batas. Lupa bahwa usia terus berjalan. Lupa bahwa energi tidak selamanya prima. Lupa bahwa kepemimpinan bukan hak milik, melainkan amanah sementara.

Ketika mata, telinga, dan hati tertutup terhadap realitas, maka yang tersisa hanyalah lingkaran kecil yang saling menguatkan ilusi. Rakyat yang mencibir dianggap tidak mengerti. Kritik dianggap gangguan. Aspirasi dianggap ancaman. Padahal dalam kepemimpinan yang sehat, suara berbeda adalah alarm keselamatan, bukan sirene perlawanan.

Ironisnya, negeri ini tidak kekurangan anak muda cerdas. Di berbagai bidang teknologi, pendidikan, kewirausahaan, sosial—muncul generasi yang brilian, inovatif, dan visioner. Mereka memahami zaman digital. Mereka berpikir global. Mereka terbiasa bekerja cepat dan adaptif. Yang mereka butuhkan bukan sekadar pujian, tetapi kesempatan. Namun kesempatan sering kali tertutup oleh ambisi yang enggan memberi ruang. Panggung kekuasaan dipertahankan, bahkan ketika usia dan stamina sudah tidak lagi optimal. Seolah-olah tanpa posisi itu, hidup kehilangan makna.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.