Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 VISI | Maulid Nabi: Peringatan atau Keteladanan? 25 Aug 2026 Bandung Great Sale 2026 Diserbu Pengunjung, Transaksi Terus Dihitung 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 VISI | Maulid Nabi: Peringatan atau Keteladanan? 25 Aug 2026 Bandung Great Sale 2026 Diserbu Pengunjung, Transaksi Terus Dihitung 25 Aug 2026

VISI | Ambisi

Desi Rossilawati
Kamis, 5 Maret 2026 | 10:00 WIB
Bagikan
VISI | Ambisi

Oleh Drajat

Dunia hari ini tidak sedang baik-baik saja. Ketegangan geopolitik meningkat. Konflik bersenjata di berbagai kawasan menimbulkan kecemasan global. Ambisi negara-negara besar saling bertabrakan, dan rakyatlah yang paling sering menjadi korban.

Di dalam negeri, kegelisahan juga terasa. Bukan karena perang terbuka, melainkan karena luka yang pelan namun dalam: ketidakpercayaan publik, kebijakan yang terasa jauh dari rakyat, serta pemimpin yang seolah semakin nyaman dalam lingkar kekuasaan.

Di sinilah satu kata menjadi penting untuk direnungkan: ambisi. Ambisi pada dasarnya tidak salah. Tanpa ambisi, tidak ada kemajuan. Tanpa keinginan kuat, tidak ada perubahan. Tetapi ambisi yang tidak diimbangi kebijaksanaan akan berubah menjadi kerakusan. Dan kerakusan, jika dibiarkan, akan melumpuhkan nurani.

Ambisi kekuasaan sering kali berawal dari niat baik. Ingin membangun. Ingin memperbaiki. Ingin membawa perubahan. Namun ketika kursi sudah diduduki terlalu lama, ketika pujian lebih sering terdengar daripada kritik, seseorang bisa mengalami penyakit yang sunyi: lupa akan batas. Lupa bahwa usia terus berjalan. Lupa bahwa energi tidak selamanya prima. Lupa bahwa kepemimpinan bukan hak milik, melainkan amanah sementara.

Ketika mata, telinga, dan hati tertutup terhadap realitas, maka yang tersisa hanyalah lingkaran kecil yang saling menguatkan ilusi. Rakyat yang mencibir dianggap tidak mengerti. Kritik dianggap gangguan. Aspirasi dianggap ancaman. Padahal dalam kepemimpinan yang sehat, suara berbeda adalah alarm keselamatan, bukan sirene perlawanan.

Ironisnya, negeri ini tidak kekurangan anak muda cerdas. Di berbagai bidang teknologi, pendidikan, kewirausahaan, sosial—muncul generasi yang brilian, inovatif, dan visioner. Mereka memahami zaman digital. Mereka berpikir global. Mereka terbiasa bekerja cepat dan adaptif. Yang mereka butuhkan bukan sekadar pujian, tetapi kesempatan. Namun kesempatan sering kali tertutup oleh ambisi yang enggan memberi ruang. Panggung kekuasaan dipertahankan, bahkan ketika usia dan stamina sudah tidak lagi optimal. Seolah-olah tanpa posisi itu, hidup kehilangan makna.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.