VISI | Abai Pendidikan
Pertama, kesejahteraan guru harus menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Guru yang sejahtera lebih mungkin fokus pada pengembangan diri dan inovasi pembelajaran.
Kedua, regulasi pendidikan perlu disederhanakan dan dipastikan konsisten, agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.
Ketiga, pendidikan karakter harus diperkuat dengan keteladanan nyata dari para pemimpin dan pembuat kebijakan. Nilai-nilai integritas tidak cukup diajarkan; ia harus dicontohkan.
Abai terhadap pendidikan berarti menggadaikan masa depan. Sebaliknya, menempatkan pendidikan sebagai prioritas sejati adalah investasi paling rasional dan bermartabat yang bisa dilakukan sebuah bangsa.
Pendidikan bukan beban anggaran. Ia adalah fondasi peradaban. Jika kita ingin berbicara tentang kemajuan, kesejahteraan, dan daya saing global, maka mari mulai dengan satu komitmen sederhana namun mendasar: jangan lagi abai pada pendidikan. Karena ketika pendidikan diabaikan, yang hilang bukan hanya kualitas sekolah—melainkan arah masa depan bangsa itu sendiri.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!