Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah
Al-Jabr diarahkan pada upaya mengisi kekurangan dalam ekosistem keuangan. Al-Muqabala menggambarkan kebutuhan untuk menyeimbangkan berbagai unsur agar tercipta ekosistem keuangan yang berkelanjutan.
Zarkaynar menggambarkan pembangunan pasar yang mempertemukan inovasi dengan peluang. Saroy berfokus pada pembangunan infrastruktur keuangan bersama, sedangkan Madrassa menekankan pengembangan sumber daya manusia.
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai kebijakan dan infrastruktur nyata.
Central Bank of Uzbekistan mengembangkan regulatory sandbox, open-banking API, infrastruktur pembayaran, serta kerangka inovasi keuangan.
Pengembangan talenta juga menjadi perhatian. Uzbekistan menargetkan sebanyak 5.000 generasi muda mendapatkan pelatihan di bidang teknologi finansial pada 2030.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital Uzbekistan tidak hanya berorientasi pada pembangunan teknologi, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendukung inovasi dan tenaga kerja yang mampu mengembangkannya.
Chief Executive Officer GFTN Sopnendu Mohanty menilai Uzbekistan memiliki sejumlah modal untuk berkembang menjadi gerbang keuangan digital Asia Tengah.
Menurut dia, modal tersebut mencakup komitmen politik, reformasi regulasi, peningkatan adopsi digital, dan ambisi menarik investasi internasional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!