Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah
Uzbekistan menargetkan investasi fintech mencapai 1 miliar dollar AS pada 2030.
Perubahan perilaku masyarakat juga menjadi modal penting.
Adopsi pembayaran digital meningkat dari 39 persen pada 2021 menjadi 71 persen pada 2025. Dalam perkembangan terbaru, sekitar 57 persen transaksi pembayaran disebut telah dilakukan secara nontunai.
Angka tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi keuangan tidak lagi sebatas agenda pemerintah atau perusahaan teknologi, tetapi mulai menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.
Gubernur Central Bank of the Republic of Uzbekistan Timur Ishmetov mengatakan Uzbekistan ingin membangun strategi fintech yang tidak hanya mengejar pertumbuhan transaksi digital.
Menurut dia, teknologi harus diterjemahkan menjadi nilai ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan persaingan, memperluas akses keuangan, sekaligus menjaga stabilitas dan kepercayaan publik.
Dalam pidatonya yang bertajuk "The Silk Road Initiative: Turning a Socio-Economic Heritage into Central Asia's Financial Innovation Corridor", Ishmetov menggunakan warisan intelektual dan perdagangan Jalur Sutra sebagai inspirasi bagi pembangunan sistem keuangan masa depan.
Ia memperkenalkan lima fondasi yang disebut sebagai Al-Jabr, Al-Muqabala, Zarkaynar, Saroy, dan Madrassa.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!