Trump Tuntut Iran Bayar Kompensasi, Negosiasi Selat Hormuz Makin Rumit
Meski demikian, Kupchan melihat adanya perubahan dalam pendekatan Trump. Menurutnya, Presiden AS tersebut tampaknya mulai bergeser dari ancaman eskalasi langsung menuju pendekatan yang lebih sabar dengan membiarkan tekanan ekonomi melalui blokade dan penutupan Selat Hormuz terus berlangsung.
Iran dan AS Sama-sama Membutuhkan Kesepakatan
Kupchan menilai pada akhirnya Iran dan Amerika Serikat tetap memiliki kepentingan untuk mencapai kesepakatan.
Iran membutuhkan akses untuk mengekspor minyak guna mempertahankan perekonomiannya. Di sisi lain, Trump juga menghadapi risiko politik apabila harga bahan bakar AS terus meningkat, terutama menjelang pemilihan paruh waktu Amerika Serikat.
“Iran tidak akan bisa bertahan jika tidak mampu mengekspor minyaknya,” demikian penilaian Kupchan sebagaimana dikutip dalam materi tersebut.
Tekanan juga disebut datang dari sisi militer Amerika Serikat. Pentagon menghadapi perhatian terkait kondisi cadangan amunisi setelah konflik yang berlangsung.
Di pihak Iran, proses menuju kesepakatan juga tidak mudah. Penunjukan tokoh-tokoh garis keras untuk posisi penting militer berpotensi mempersempit ruang kompromi dan meningkatkan risiko respons Iran terhadap tindakan Amerika Serikat.
Kondisi tersebut membuat setiap langkah balasan dari Teheran berpotensi diperhitungkan secara hati-hati agar tidak memicu eskalasi yang lebih luas.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!