Dua Pejabat Senior Mossad Dipecat Usai Gagal Gulingkan Iran
Bendera Iran./visi.news/magnific.
VISI.NEWS - Kepala badan intelijen Mossad Israel, Roman Gofman, dilaporkan memecat dua pejabat senior Mossad setelah dinilai gagal menjalankan rencana untuk menggulingkan pemerintahan Iran.
Menurut laporan The Times of Israel yang mengutip Channel 12 pada Jumat (7/8/2026), salah satu pejabat yang diberhentikan menjabat sebagai Kepala Direktorat Intelijen Mossad sejak Desember 2025, sementara pejabat lainnya merupakan kepala salah satu divisi di badan intelijen tersebut.
Laporan itu menyebutkan kedua pejabat tersebut termasuk di antara penyusun rencana operasional tertulis untuk menggulingkan Republik Islam Iran dengan memanfaatkan dukungan kelompok-kelompok minoritas di negara tersebut.
Rencana itu disebut sempat dibahas oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ketika berupaya meyakinkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar menyatakan perang terhadap Iran pada Februari lalu.
Mengutip sumber keamanan, Channel 12 melaporkan hubungan antara Roman Gofman dan kedua pejabat senior tersebut telah diwarnai perselisihan sejak awal. Keduanya kini disebut diberhentikan berdasarkan kesepakatan bersama sebagai bagian dari reorganisasi yang lebih luas di tubuh Mossad.
Sementara itu, menurut laporan The New York Times, rencana Mossad tersebut mencakup serangan Israel terhadap posisi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di sepanjang perbatasan Iran dengan Irak, tepatnya di wilayah Kurdistan Iran.
Serangan tersebut disebut dirancang untuk membuka jalur bagi para pejuang Kurdi agar dapat memasuki wilayah Iran dan bergerak menuju kota-kota berpenduduk Kurdi di bagian barat laut negara itu. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Mossad maupun pemerintah Israel terkait laporan tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!