Trump Tuntut Iran Bayar Kompensasi, Negosiasi Selat Hormuz Makin Rumit
Sebelumnya, investor berharap tercapainya kesepakatan antara Iran dan Oman dapat menjadi jalan menuju pembukaan kembali Selat Hormuz. Jika jalur tersebut kembali terbuka, pasokan energi global diharapkan lebih lancar sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap harga minyak.
Kenaikan harga energi menjadi perhatian serius karena berpotensi meningkatkan inflasi dan memengaruhi prospek kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Menurut laporan Reuters yang dikutip dalam informasi tersebut, ketidakpastian mengenai Selat Hormuz membuat pasar kembali mempertimbangkan risiko gangguan pasokan energi dalam skala global.
Pengamat Nilai Trump dan Iran Masih Bermanuver
Charles Kupchan, mantan asisten khusus Presiden AS Barack Obama, menilai pernyataan mengenai tuntutan kompensasi dari kedua pihak lebih banyak mencerminkan manuver politik daripada langkah menuju penyelesaian konkret.
Menurut Kupchan, baik Iran maupun pemerintahan Trump saat ini tampaknya tidak benar-benar akan memperoleh seluruh tuntutan yang mereka ajukan.
Iran, menurut dia, kemungkinan tidak mendapatkan kompensasi seperti yang diminta. Demikian pula Trump tidak akan memperoleh seluruh tuntutan kompensasi dari Iran.
Kedua pihak dinilai masih menggunakan tuntutan tersebut sebagai alat untuk memperkuat posisi masing-masing dalam negosiasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!