Tokoh Nasional Bergabung, Festival Al Jabbar Siapkan Jingle Resmi
Drs. H. Ahmad Kholid HS, M.Li. /visi.news/ist
VISI.NEWS – Kekuatan Festival Al Jabbar terus bertambah. Setelah mendapat dukungan dari berbagai tokoh seni, akademisi, budayawan, dan pegiat dakwah, kini jajaran kepanitiaan festival tersebut diperkuat oleh sosok kaliber nasional di bidang pendidikan Al-Qur’an, Drs. H. Ahmad Kholid HS, M.Li.
Bergabungnya Founder Metode Qitada itu menjadi energi baru bagi kepanitiaan Festival Al Jabbar yang tengah mempersiapkan penyelenggaraan salah satu agenda syiar Islam terbesar di Jawa Barat. Kehadiran Ahmad Kholid dinilai semakin melengkapi barisan tokoh-tokoh berpengaruh yang selama ini memberikan dukungan penuh terhadap suksesnya festival tersebut.
Dikenal luas sebagai inovator pendidikan Al-Qur’an, Ahmad Kholid telah mengembangkan Metode Qitada yang berfokus pada pembelajaran murottal dan seni baca Al-Qur’an secara mudah, sistematis, dan menyenangkan. Metode ini telah menjadi salah satu pendekatan kreatif dalam membantu masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, untuk mencintai serta mendalami bacaan Al-Qur’an.
Tak hanya dikenal sebagai pakar pendidikan Al-Qur’an, Ahmad Kholid juga memiliki kiprah sebagai komposer lagu-lagu religi yang sarat pesan dakwah. Pengalaman tersebut akan menjadi kontribusi penting dalam memperkuat nuansa syiar Festival Al Jabbar.
Sebagai bentuk komitmen dan dukungan nyata terhadap penyelenggaraan festival, Ahmad Kholid menyatakan kesiapannya untuk menciptakan jingle resmi Festival Al Jabbar. Lagu tersebut dirancang menjadi identitas musikal yang akan mengiringi seluruh rangkaian kegiatan festival sekaligus menjadi media syiar yang mudah diterima oleh masyarakat.
“Jingle ini akan menjadi bagian dari semangat dakwah dan syiar Al-Qur’an yang ingin kita hadirkan melalui Festival Al Jabbar. Mudah-mudahan dapat membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” ujarnya saat berkoordinasi dengan Ketua Festival Al Jabbar, Bambang Melga.
Pembuatan lagu tema resmi tersebut menjadi salah satu langkah strategis panitia dalam memperluas jangkauan syiar festival. Dengan pendekatan seni dan musik religi, pesan-pesan keislaman diharapkan dapat tersampaikan secara lebih luas, khususnya kepada generasi muda.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!