Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia
Bank DBS Indonesia juga memiliki pengalaman dalam pendampingan transisi rendah karbon lintas sektor. Salah satunya melalui kolaborasi dengan PT TBS Energi Utama Tbk dalam penyusunan Climate Transition Plan menuju target netralitas karbon pada 2030.
Strategi tersebut mencakup realokasi modal dari portofolio lama menuju pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan mobilitas listrik.
AI, nikel, dan sawit hadapi tantangan baru
Pergeseran menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan turut melahirkan peluang besar sekaligus tantangan yang berbeda di setiap sektor.
Chairman Indonesia Data Center Provider Organization atau IDPRO, Hendra Suryakusuma, menilai perkembangan AI telah menjadikan pusat data sebagai mesin pertumbuhan baru dalam ekosistem digital Indonesia.
“Momentum pertumbuhan AI membuat pusat data menjadi growth engine baru bagi ekosistem digital Indonesia. Namun, ketersediaan energi terbarukan dan kepastian kebijakan ke depan akan sama pentingnya dengan besarnya potensi pasar dalam menentukan keputusan investasi,” kata Hendra.
Pertumbuhan pusat data dan teknologi AI membutuhkan kapasitas energi yang semakin besar. Karena itu, pengembangan infrastruktur digital akan semakin berkaitan dengan ketersediaan sumber listrik yang andal dan berkelanjutan.
Pada sektor logam dan pertambangan, Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk, Budiawansyah, menilai posisi Indonesia yang kuat sebagai produsen nikel perlu disertai peningkatan kinerja karbon dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!