Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia
Bank DBS Indonesia menyediakan sejumlah solusi, mulai dari sustainability financing, sustainability-linked financing, structured dan blended finance, business lending, trade finance, hingga pembiayaan supply chain. Pendekatan tersebut dilengkapi layanan advisory untuk membantu perusahaan menjembatani kebutuhan keberlanjutan dengan kelayakan komersial.
Di sektor energi dan energi terbarukan, Bank DBS Indonesia telah mendukung pembiayaan proyek energi bersih, termasuk panas bumi, serta ekosistem elektrifikasi seperti kendaraan listrik roda dua dan infrastruktur penukaran baterai.
Pada sektor teknologi, media, dan telekomunikasi, Bank DBS Indonesia mendukung pengembangan pusat data hijau. Salah satunya melalui peran sebagai Joint Mandated Lead Arranger dan Green Loan Coordinator dalam fasilitas green loan senilai Rp1,7 triliun untuk Princeton Digital Group atau PDG.
Pembiayaan tersebut mendukung pembangunan pusat data hyperscale berbasis energi terbarukan yang menjadi pusat data pertama di Indonesia dengan sertifikasi BCA–IMDA Green Mark Platinum.
Di sektor pangan dan agribisnis, dukungan diberikan kepada rantai pasok kopi berkelanjutan melalui fasilitas pembiayaan pra-ekspor senilai USD20 juta kepada Sucden Coffee Indonesia. Bank DBS Indonesia juga menjalankan skema blended finance bersama DBS Foundation untuk mendukung Adena Coffee yang telah menjangkau lebih dari 2.000 petani kecil.
Sementara pada sektor logam dan pertambangan, Bank DBS Indonesia terlibat dalam transaksi sustainability-linked loan kepada Vale Indonesia. Dalam perannya sebagai facility agent, Bank DBS Indonesia mendukung fasilitas yang dikaitkan dengan target penurunan intensitas emisi karbon dan peningkatan penggunaan energi terbarukan.
Di sektor kesehatan, DBS Foundation mendukung DoctorTool, startup healthtech yang mengembangkan rekam medis digital terintegrasi dengan BPJS dan SATUSEHAT. Inisiatif tersebut diarahkan untuk membantu memperluas akses layanan kesehatan primer di wilayah underserved.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!