Status Siaga Darurat, BPBD Bandung Usulkan Armada Tangki Air dan Sumur Bor
./visi.news/ist.
Gamber mengungkapkan dengan status siaga darurat Kabupaten Bandung ini, selain akan dibantu armada tangki air bersih yang belum tahu berapa jumlah unitnya dan juga proses pembuatan sumur bor oleh BNPB.
"Kita hanya penerima manfaat. Nanti titik pembuatan sumur bor di mana, dan lebih diprioritaskan di lokasi yang kritis dilanda kekeringan," ungkapnya.
Ia menyebutkan total usulan pembuatan sumur bor di Kabupaten Bandung itu mencapai 66 titik. Puluhan titik yang diusulkan untuk pembuatan sumur bor berdasarkan hasil kajian, di antaranya di Kecamatan Banjaran, Cangkuang, Arjasari, Baleendah, Pacet, Ciparay, Cikancung, Pameungpeuk, Pasirjambu, Cimenyan, Ciwidey, Kertasari, Ibun dan hampir semua kecamatan di Kabupaten Bandung.
"66 titik pengajuan pembuatan sumur ke BNPB. Tapi belum tahu berapa titik yang direalisasikan BNPB di Kabupaten Bandung. Sumur bor ini untuk membantu pengadaan air bersih bagi masyarakat sekitar," ujarnya.
Ia berharap disaat masyarakat mengalami krisis air bersih, sehingga harus dibuatkan sumur bor. Jangan sampai saat ada turun hujan baru buat sumur bor.
Lebih lanjut Gamber mengatakan untuk pendistribusian air bersih kepada masyarakat sampai saat ini masih relatif aman. Terlebih lagi dalam pendistribusian air bersih ini kerja bareng atau pentahelix dengan armada milik PMI dan PDAM Tirta Raharja.
"Berdasarkan informasi dari BMKG, puncak musim kemarau dipredikasi pada bulan Agustus 2026 ini. Dan saat ini sudah banyak permohonan bantuan air bersih dari masyarakat," katanya.
Menurutnya, pendistribusian air bersih ini sudah dilakukan ke daerah Arjasari, Banjaran, Pacet, Pameungpeuk dan daerah lainnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!