Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026

Kemlu RI Desak Israel Bebaskan Awak Global Sumud Flotilla

Desi Rossilawati
Selasa, 19 Mei 2026 | 10:55 WIB
Bagikan
Kemlu RI Desak Israel Bebaskan Awak Global Sumud Flotilla

VISI.NEWS | JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) mengecam keras tindakan Israel yang mencegat kapal kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla atau GSF 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur. Indonesia juga mendesak Israel segera membebaskan seluruh awak kapal, termasuk warga negara Indonesia yang ikut dalam misi bantuan menuju Gaza.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan tindakan intersepsi terhadap armada kemanusiaan internasional bertentangan dengan semangat perlindungan sipil dan distribusi bantuan kemanusiaan di wilayah konflik.

"Kementerian Luar Negeri mendesak pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional," kata Yvonne dalam keterangannya dikutip, Selasa (19/5/2026).

Berdasarkan data terbaru, dari sembilan WNI yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia, lima orang dilaporkan telah ditangkap militer Israel. Sementara empat WNI lainnya masih berada di dua kapal yang terus berlayar di sekitar perairan Siprus.

Kemlu menyebut kondisi di lapangan masih sangat dinamis dan penuh risiko. Empat WNI yang masih berada di kapal disebut sewaktu waktu dapat mengalami intersepsi atau penangkapan oleh militer Israel.

Situasi ini menunjukkan meningkatnya ketegangan di kawasan Mediterania Timur di tengah konflik Gaza yang belum mereda. Misi kemanusiaan internasional yang seharusnya berfokus pada distribusi bantuan kini ikut terseret dalam eskalasi geopolitik dan keamanan regional.

Untuk mengantisipasi perkembangan situasi, pemerintah Indonesia terus melakukan koordinasi lintas perwakilan diplomatik. KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, hingga KJRI Istanbul disiagakan guna mendukung proses perlindungan WNI.

Kemlu juga menyiapkan berbagai langkah darurat, termasuk penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor apabila dokumen para WNI disita serta bantuan medis jika diperlukan.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.