Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja 25 Aug 2026 Bantu Padamkan Karhutla, Ilmuwan RI Temukan Pemadam Api dari Singkong 25 Aug 2026 1.356 Knalpot Brong Hasil Razia di Majalengka Bakal Disulap Jadi Monumen Maung 25 Aug 2026 Polri Salurkan Logistik dan Oksigen untuk Penanganan Karhutla 25 Aug 2026 Chelsea Menang 3-2 atas Fulham dalam Drama Lima Gol 25 Aug 2026 Uzbekistan Bidik Pusat Keuangan Digital Asia Tengah 25 Aug 2026 Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan akibat Karhutla Berulang di Kalimantan 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026

Banyak Keluhan SPMB, Pramono Ungkap Akar Masalahnya

Desi Rossilawati
Senin, 29 Juni 2026 | 13:01 WIB
Bagikan
Banyak Keluhan SPMB, Pramono Ungkap Akar Masalahnya

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung./visi.news/Liputan6.com.

VISI.NEWS - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menanggapi berbagai keluhan masyarakat terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Keluhan tersebut antara lain berkaitan dengan faktor usia, nilai, hingga sistem desil yang membuat sebagian calon peserta didik tidak diterima di sekolah negeri.

Pramono mengatakan sistem penerimaan murid baru pada dasarnya tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia mengakui masih terdapat orang tua dan siswa yang belum merasa puas karena tidak diterima di sekolah yang menjadi pilihan mereka.

“Untuk penerimaan siswa baru ini kan yang sudah dilakukan dari waktu ke waktu tidak ada sesuatu yang baru sebenarnya. Dan kalau kemudian tidak semua terpuaskan, kami menyadari itu,” kata Pramono, dikutip Senin (29/6/2026).

Menurut Pramono, persoalan utama dalam pelaksanaan SPMB adalah terbatasnya daya tampung di sekolah-sekolah yang dianggap favorit. Kondisi tersebut menyebabkan tingginya persaingan sehingga tidak semua calon peserta didik dapat diterima di sekolah yang diinginkan.

“Karena apa? Keterbatasan tempat untuk sekolah-sekolah yang dianggap favorit yang menjadi rebutan. Selalu problemnya itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keterbatasan kapasitas tersebut membuat sebagian siswa harus bersekolah di sekolah lain meski masih berada dalam wilayah zonasi yang sama.

“Enggak bisa masuk di sekolah yang diharapkan walaupun dalam zona yang ada, akhirnya masuk di sekolah yang lain,” kata Pramono.

Pramono menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membahas lebih lanjut pelaksanaan SPMB bersama Dinas Pendidikan. Pembahasan tersebut dilakukan untuk mencari solusi atas berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat selama proses penerimaan murid baru berlangsung.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.