Status Siaga Darurat, BPBD Bandung Usulkan Armada Tangki Air dan Sumur Bor

Desi Rossilawati
Senin, 3 Agustus 2026 | 21:31 WIB
Bagikan
Status Siaga Darurat, BPBD Bandung Usulkan Armada Tangki Air dan Sumur Bor

./visi.news/ist.

VISI.NEWSPemerintah Kabupaten Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengoptimalkan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana kekeringan sebagai dampak dari musim kemarau. 

Bupati Bandung Dadang Supriatna melalui Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Gamber Irmawan Premono mengatakan pendistribusian air bersih terus dilakukan berdasarkan skala prioritas bagi wilayah yang terdampak kekeringan.

"BPBD terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Tentunya dalam pendistribusian air bersih itu berdasarkan pada skala prioritas," kata Gamber di Soreang, Senin (3/8/2026).

Terkait dengan armada untuk pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan, kata Gamber, BPBD berkolaborasi dengan PMI dan PDAM Tirta Raharja dalam pengadaan unit mobil tangki air bersih. 

"Tentunya dalam setiap pendistribusian air bersih kepada masyarakat dengan menggunakan armada milik PMI maupun PDAM Tirta Raharja, kita dari  personil BPBD turut mendampinginya," ujarnya. 

Untuk saat ini, kata Gamber, pendistribusian air bersih kepada masyarakat masih terbilang lancar dan aman. Namun apabila musim kemarau ini terus berlanjut hingga beberapa bulan kedepan, ia menyebutkan bahwa BPBD Kabupaten Bandung masih membutuhkan tambahan armada atau tangki air bersih. 

"Pada hari Senin pagi, kami sudah melaksanakan zoom meeting dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan sudah menyampaikan bahwa Kabupaten Bandung sudah status siaga darurat," ujarnya. 

Status siaga darurat itu, Gamber mengungkapkan bahwa Kabupaten Bandung dengan kondisi geografis berada pada 31 kecamatan membutuhkan perlengkapan untuk pendistribusian air bersih. 

"Baik itu mobil tangki, torn, maupun persediaan air bersihnya itu sendiri," katanya. 

Untuk pemenuhan kebutuhan itu, kata dia, BPBD sudah menyampaikan proposal permohonan bantuan ke BNPB. Sesuai arahan dan informasi dari BNPB, bahwa BNPB saat ini sedang proses tahap lelang untuk pengadaan armada se-Indonesia yang bisa digunakan untuk pendistribusian air bersih. 

"Saya berharap dan mudah-mudahan mendapatkan bantuan tujuh armada tangki air bersih untuk Kabupaten Bandung. Kenapa tujuh armada? Minimal satu dapil satu armada tangki air bersih dari tujuh dapil yang ada di Kabupaten Bandung," harapnya.

Ia juga belum bisa memastikan bantuan armada dari BNPB itu apakah berdasarkan luas wilayah, padatnya penduduk atau jumlah penduduk atau berdasarkan daerah yang terdampak kekeringan sebagai dampak El Nino ini.

"Kalau kita dapat lima armada tangki air bersih, ya alhamdulilah dari tujuh yang diusulkan. Minimal untuk satu armada lagi menggunakan milik BPBD dan satu armada lagi bantuan dari PMI dan PDAM Tirta Raharja atau dari pihak swasta yang ingin membantu silahkan," katanya. 

Kepala Pelaksana BPBD mengungkapkan dalam pendistribusian air bersih itu, saat ini masih terkendala dalam hal pengadaan anggaran untuk operasional. 

"Jangan sampai armadanya dibantu, tapi biaya operasionalnya tidak ada. Saya berharap adanya bantuan armada itu dibarengi dengan biaya operasionalnya untuk pendistribusian airnya kepada masyarakat," ucapnya. 

66 Titik Sumur Bor 

Gamber mengungkapkan dengan status siaga darurat Kabupaten Bandung ini, selain akan dibantu armada tangki air bersih yang belum tahu berapa jumlah unitnya dan juga proses pembuatan sumur bor oleh BNPB. 

"Kita hanya penerima manfaat. Nanti titik pembuatan sumur bor di mana, dan lebih diprioritaskan di lokasi yang kritis dilanda kekeringan," ungkapnya. 

Ia menyebutkan total usulan pembuatan sumur bor di Kabupaten Bandung itu mencapai 66 titik. Puluhan titik yang diusulkan untuk pembuatan sumur bor berdasarkan hasil kajian, di antaranya di Kecamatan Banjaran, Cangkuang, Arjasari, Baleendah, Pacet, Ciparay, Cikancung, Pameungpeuk, Pasirjambu, Cimenyan, Ciwidey, Kertasari, Ibun dan hampir semua  kecamatan di Kabupaten Bandung. 

"66 titik pengajuan pembuatan sumur ke BNPB. Tapi belum tahu berapa titik  yang direalisasikan BNPB di Kabupaten Bandung. Sumur bor ini untuk membantu pengadaan air bersih bagi masyarakat sekitar," ujarnya. 

Ia berharap disaat masyarakat mengalami krisis air bersih, sehingga harus dibuatkan sumur bor. Jangan sampai saat ada turun hujan baru buat sumur bor. 

Lebih lanjut Gamber mengatakan untuk pendistribusian air bersih kepada masyarakat sampai saat ini masih relatif aman. Terlebih lagi dalam pendistribusian air bersih ini kerja bareng atau pentahelix dengan armada milik PMI dan PDAM Tirta Raharja. 

"Berdasarkan informasi dari BMKG, puncak musim kemarau dipredikasi pada bulan Agustus 2026 ini. Dan saat ini sudah banyak permohonan bantuan air bersih dari masyarakat," katanya.

Menurutnya, pendistribusian air bersih ini sudah dilakukan ke daerah Arjasari, Banjaran, Pacet, Pameungpeuk dan daerah lainnya. 

Ia juga menghimbau kepada pemerintah desa, terutama warganya yang mengalami kesulitan air bersih bisa berkirim surat ke BPBD. 

"Nanti BPBD akan menindaklanjutinya. Kami juga berharap pemerintah desa jangan selalu ketergantungan ke Pemkab Bandung, sehingga bisa bergotongroyong atau bersama-sama dengan masyarakat setempat. Apalagi di desa itu ada tempat isi ulang air, sehingga bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar yang mengalami kekurangan air bersih," pungkasnya.**

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.