Sri Sultan: Insan Pertanahan Harus Mampu Membaca Peta dan Memahami Manusia

Desi Rossilawati Abdul Ghofur
Selasa, 8 September 2026 | 08:57 WIB
Bagikan
Sri Sultan: Insan Pertanahan Harus Mampu Membaca Peta dan Memahami Manusia

VISI.NEWS Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menekankan pentingnya membangun insan pertanahan yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dan penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kehidupan, sejarah, budaya, serta rasa keadilan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Sri Sultan Hamengkubuwono X kepada para wisudawan dan wisudawati Politeknik Agraria STPN dalam prosesi wisuda yang digelar pada Sabtu (5/9/2026). Sambutan Sri Sultan dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti.

Menurut Sri Sultan, tantangan pengelolaan pertanahan di Indonesia tidak dapat diselesaikan hanya dengan kemampuan membaca peta, memahami data spasial, maupun mengoperasikan teknologi modern. Seorang insan pertanahan juga harus mampu melihat kehidupan manusia yang berada di balik setiap bidang tanah.

“Indonesia membutuhkan insan pertanahan yang mampu membaca peta sekaligus memahami manusia di dalam peta. Saudara perlu cakap menguasai teknologi, tetapi tetap bijak dalam menimbang rasa keadilan,” demikian pesan Sri Sultan.

Ia menilai, tanah memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar bidang fisik atau objek administrasi. Tanah merupakan bagian dari perjalanan sejarah bangsa, tempat manusia membangun kehidupan, menghasilkan pangan, membentuk komunitas, hingga mewariskan masa depan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, pengelolaan pertanahan harus memperhatikan nilai-nilai yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Sri Sultan mengingatkan bahwa kebijakan dan regulasi pertanahan perlu memiliki kemampuan untuk membaca keberagaman sosial dan budaya Indonesia.

Dalam filosofi Jawa, Sri Sultan mengangkat prinsip Hamemayu Hayuning Bawana, yang mengajarkan tanggung jawab manusia untuk menjaga keselamatan, ketenteraman, dan kelestarian kehidupan. Filosofi tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kebijakan dan tindakan dalam pengelolaan tanah seharusnya membawa kehidupan menuju keadaan yang lebih adil dan manusiawi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.