SOSOK | Taryan Setiawan, S.H., M.H. — Loyalis dan Bersahaja
Satu per satu daerah ia singgahi. Enrekang (Sulawesi Selatan), Trenggalek (Jawa Timur), Banjarnegara (Jawa Tengah), Pangkal Pinang (Bangka Belitung), hingga Sekayu (Sumatera Selatan), tempat ia dipercaya menjadi Ketua Pengadilan Negeri. Setiap tempat meninggalkan jejak cerita — tentang sidang-sidang panjang, tentang pencarian keadilan, dan tentang pertemuan dengan banyak wajah manusia yang berbeda.
“Menjadi hakim itu bukan soal siapa benar dan salah, tapi bagaimana menimbang dengan hati yang bersih,” katanya suatu sore. Pandangannya menembus jendela, seakan ia tengah menimbang sesuatu jauh di dalam dirinya.
Selepas memimpin PN Sekayu dan PN Subang, ia sempat bertugas di PN Jakarta Pusat, lalu kembali ke tanah kelahirannya sebagai Hakim Utama di PN Bandung. Kini, di usia yang matang dan dengan pangkat IV/d Pembina Utama Madya, ia tengah bersiap menjalani penugasan baru di Pengadilan Negeri Tangerang.
Antara Sidang dan Silaturahmi
Meski disibukkan dengan tugas-tugas peradilan yang padat, Taryan tak pernah jauh dari dunia lamanya: dunia pertemanan, persaudaraan, dan loyalitas. Ia dikenal di antara teman-teman SMA-nya sebagai sosok yang selalu hadir — dalam suka maupun duka. Tak heran bila ketika para alumni SMAN Cimindi-13 ngumpul di Ikatan Alumni Angkatan 1983 (IKA ’83), nama Taryan muncul bulat sebagai ketua.
Baginya, organisasi alumni bukan sekadar tempat nostalgia, tetapi sarana untuk menjaga tali silaturahmi dan berbagi manfaat. “Kalau bukan kita yang rawat, siapa lagi? Ini rumah kita bersama,” katanya pelan namun tegas.
Kini, ia tengah menyiapkan satu hajat besar: Reuni Akbar SMAN Cimindi-13 tahun 2025, yang akan digelar di Pusdikjas Cimahi pada 16 November 2025. Acara itu akan dihadiri sekitar 3.000 alumni, termasuk nama-nama besar seperti Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, serta sejumlah perwira tinggi TNI dan Polri.
Kadang waktu petang selepas sidang, ia masih menyempatkan waktu untuk memimpin rapat panitia — kadang daring, kadang di Kota Bandung atau di Cimahi. “Capek sih pasti, tapi semangat teman-teman itu menular. Ini acara kebersamaan,” ujarnya sambil tersenyum.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!