Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Seneca

ED
Minggu, 10 April 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Seneca

Oleh Syakieb Sungkar

APAKAH jalan filsafat selalu bertentangan dengan permainan politik? Marilah kita melihat apa yang terjadi dengan Seneca di Roma lebih dari 2000 tahun lalu. Cerita ini ingin menggambarkan adanya konflik yang terjadi antara panggilan hidup berfilsafat dengan keterlibatan publik dalam politik. Dimulai dengan riwayat hidup Seneca, kemudian meningkat pada problematik hidupnya ketika bersentuhan dengan kekuasaan. Dan pada akhirnya tulisan ini mencoba memberikan pertimbangan perihal “konflik" Seneca tersebut.

Kisah hidup Seneca

Lucius Annaeus Seneca lahir di Cordoba, Spanyol, sekitar 1 tahun sebelum Yesus lahir. Sedari kecil Seneca sudah berbahasa Latin, hal ini memang dipersiapkan oleh Lucius Annaeus Seneca senior, ayahnya. Sejak bocah, ayahnya sudah melatihnya dengan ketrampilan deklamasi, demikian pula dalam ilmu filsafat, khususnya Stokisme. Stokisme adalah aliran filsafat Yunani yang menekankan pada etika dan mempelajari serta mendalami sistem pemerintahan. Istilah Stokisme berasal dari sekolah Stoa yang didirikan oleh Zeno. Zeno terinspirasi oleh etika Socrates, khususnya keberanian untuk menempuh jalan kematian dengan sukarela.

Pada awalnya Seneca lebih tertarik mencari kebijaksanaan ketimbang mengejar kekuasaan politik. Pada tahun 25 Seneca pergi ke Mesir untuk mendalami filsafat. Di tahun 31 Seneca kembali ke Roma, kemudian pada usia 35 dia mulai memasuki karir politik sampai di umur 39 Seneca sudah menjadi orator yang paling terkenal di negeri itu. Namun Kaisar Gaius yang berkuasa saat itu cemburu atas reputasi Seneca, sehingga dia diberikan hukuman mati dengan alasan yang kurang jelas. Beruntung Caligula, kaisar berikutnya, menyelamatkannya - namun peristiwa itu membuat Seneca kemudian menurunkan frekuensi kemunculannya di muka publik secara drastis.

Dua tahun kemudian Caligula meninggal, Claudius sebagai penguasa yang baru langsung menuduh Saneca bermain serong dengan Julia Lavilla. Julia adalah adik perempuan Caligula. Tuduhan itu sebenarnya hanya karangan yang dibuat-buat oleh istri kaisar Roma yang baru itu, yang bernama Valeria Messalina. Disamping tuduhan terhadap percintaan Seneca dengan Julia, Julia Lavilla pun digosipkan bermain cinta dengan Caligula dan juga bercinta dengan gemblak kesayangan kaisar. Politik orang Romawi saat itu sering menggunakan tuduhan dan desas-desus kejahatan moral untuk menundukkan musuh. Namun orang tidak serta merta percaya dengan rumor Julia melakukan perbuatan semacam itu, mengingat dia seorang gadis polos yang masih berusia 24 tahun. Dinyatakan bersalah, Seneca kemudian mengalami pembuangan ke pulau Corsica.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.